Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Sultan Ageng Tirtayasa, Kesultanan Banten
✓ Terverifikasi Tim Riset

Sultan Ageng Tirtayasa, Kesultanan Banten

1637 – 1683 M · 11.433 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Untuk memudahkan pengawasan terhadap daerah-daerah Banten yang tersebar luas, seperti Lampung, Solebar, Bengkulu, dan lainnya, diangkatlah penggawa-penggawa dan dalam waktu tertentu diharuskan datang ke Banten.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1  Menjadi Sultan Banten
2.2  Ahli Strategi Perang
2.3  Hubungan diplomatik dengan Luar Negeri
2.4  Perkembangan Kesultanan Banten
2.5  Melawan Penjajah

3.    Penghargaan
4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Sultan Ageng Tirtayasa diperkirakan lahir pada tahun 1637 M. beliau adalah putra dari pasangan Sultan Abdul Ma’ali Ahmad yang menjadi Sultan Banten periode (1647-1651 M). dan Ratu Marta Kusuma

Saudara kandung Sultan Ageng Tirtayasa yakni:

  1. Ratu Kulon,
  2. Pangeran Kilen,
  3. Pangeran Lor,
  4. Pangeran Radja,

Sedangkan saudara yang berbeda ibu (dari Ratu Wetan) yakni:

  1. Pangeran Wetan,
  2. Pangeran Kidul,
  3. Ratu Inten,
  4. Ratu Tinumpuk.

Ketika kecil, Sultan Agung Tirtayasa bergelar Pangeran Surya (Matahari Terbit). Ketika ayahnya wafat, beliau diangkat menjadi Sultan Muda bergelar Pangeran Rau atau Pangeran Dipati. Setelah kakeknya meninggal dunia, beliau diangkat sebagai sultan dengan gelar Sultan Abdul Fathi Abdul Fattah.

Nama Sultan Ageng Tirtayasa berasal ketika beliau mendirikan keraton baru di Dusun Tirtayasa (terletak di Kabupaten Serang).

1.2 Riyawat Keluarga
Menurut cerita yang berkembang di daerah Banten, Sultan Tirtayasa memiliki banyak istri. Beberapa di antaranya adalah Nyai Ratu Gede dan Ratu Nengah.

Nyai Ratu Gede adalah seorang putri penggawa yang kecantikannya telah menarik perhatian Sultan Tirtayasa. Sultan Tirtayasa jatuh hati kepada Nyai Ratu Gede ketika beliau membawa alat perhiasan kerajaan dalam upacara perayaan kerajaan.

Adapun istrinya yang bernama Ratu Nengah merupakan putri Pangeran Kasunyatan. Pernikahan dengan istri keduanya itu dilakukan setelah istri pertamanya meninggal dunia.

Sultan Ageng Tirtayasa memiliki 30 orang anak, yaitu:

  1. Sultan Abu Nashar Abdulqahar atau Sultan Haji,
  2. Pangeran Arya Purbaya,
  3. Pangeran Arya Tubagus Abdul Alim,
  4. Pangeran Arya Tubagus Ingayadadipura,
  5. Raden Sugiri,
  6. Tubagus Rajasuta,
  7. Tubagus Rajaputra,
  8. Tubagus Husen,
  9. Raden Mandaraka,
  10. Raden Saleh,
  11. Raden Rum,
  12. Raden Mesir,
  13. Raden Muhammad,
  14. Raden Muhsin,
  15. Tubagus Wetan,
  16. Tubagus Muhammad Athif,
  17. Tubagus Abdul,
  18. Tubagus Kulon,
  19. Arya Abdulalim,
  20. Ratu Raja Mirah,
  21. Ratu Ayu,
  22. Ratu Kidul,
  23. Ratu Marta,
  24. Ratu Adi,
  25. Ratu Umu,
  26. Ratu Hadijah,
  27. Ratu Habibah,
  28. Ratu Fatimah,
  29. Ratu Asyqoh,
  30. Ratu Nasibah.

Beberapa anak-anak dari Sultan Ageng Tirtayasa yang mencapai usia dewasa adalah Sultan Abu Nashar Abdulqahar dan Pangeran Arya Purbaya.

1.3 Wafat
Pada 1683 M, Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap dan dipenjarakan di Batavia oleh pihak Belanda. Beliau meninggal dunia dalam penjara dan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Raja-Raja Bante

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+