Dalam kehidupan berumah tangga, suami dan istri tidak bisa terlepas dari bumbu kehidupan. Demikianlah hidup, ada kalanya saling bahagia membahagiakan, saling menyayangi tapi dalam kesempatan yang lain, ada kalanya terjadi gesekan dan saling menyalahkan.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Laduni.ID, Jakarta - Dalam kehidupan berumah tangga, suami dan istri tidak bisa terlepas dari bumbu kehidupan. Demikianlah hidup, ada kalanya saling bahagia membahagiakan, saling menyayangi tapi dalam kesempatan yang lain, ada kalanya terjadi gesekan dan saling menyalahkan. Terkadang perkara kecil bisa menyulut permasalahan yang berlarut-larut di antara suami istri. Karena itu, panduan ilmu yang cukup dalam mengarungi kehidupan itu sangat diperlukan. Sebagaimana Islam telah mengajarkan dan menganjurkan berbagai hal baik untuk mengatasi problem kehidupan.
Bagi seorang suami, yang hakikatnya memang adalah pemandu dalam rumah tangga, harus sabar dalam menghadapi berbagai hal yang mungkin berpotensi merusak kehidupan rumah tangga. Sifat-sifat istri yang terkadang tak sesuai dengan yang diharapkan, harus diterima dengan sabar dan tetap menjaga hubungan agar tetap utuh dan baik-baik saja. Meski, memang dalam hal tertentu keputusan untuk berpisah bukanlah sesuatu yang dilarang. Sebaliknya, demikian pula bagi seorang istri agar sama-sama mempunyai sifat sabar dalam membangun rumah tangga bersama suaminya. Jadi dalam kehidupan rumah tangga yang baik itu harus ada ketersalingan dalam kebaikan di antara suami dan istri, bukan ketersalingan dalam keburukan.
Dalam kitab Ihya' Ulumuddin terdapat sebuah Hadis yang dikutip berbunyi berikut ini:
وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ صَبَرَ عَلىَ سُوْءِ خُلُقِ زَوْجَتِهِ أَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَا أَعْطَى أَيُّوْبَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ مِنَ الأَجْرِ وَالثَوَابِ. وَمَنْ صَبَرَتْ عَلَى خُلُقِ زَوْجِهَا أَعْطَاهَا اللهُ تَعَالَى أَجْرَ مَنْ قُتِلَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ تَعَالَى. وَمَنْ ظَلمَتْ زَوْجَهَا وَكَلَّفَتْهُ مَا لاَ يُطِيْقُ وَآذَتْهُ لَعَنَتْهَا مَلاَئِكَةُ الرَحْمَةِ وَمَلاَئِكَةُ الْعَذَابِ. وَمَنْ صَبَرَتْ عَلَى أَذِيَّةِ زَوْجِهَا أَعْطَاهَا اللهُ تَعَالَى ثَوَابَ آسِيَةَ وَمَرْيَمَ بِنْتِ عِمْرَانَ
"Rasulullah SAW bersabda: 'Barangsiapa (suami) yang sabar menghadapi sifat/akhlak buruk istrinya, maka Allah SWT memberikan ganjaran seumpama ganjaran yang telah diberikan kepada Nabi Ayub a.s. Dan barang siapa (istri) yang sabar menghadapi sifat/akhlak buruk suaminya, maka Allah SWT memberikan ganjaran seumpama ganjaran orang-orang yang terbunuh fi sabilillah (mati syahid). Dan barang siapa (istri) yang berbuat zalim kepada suaminya, dan meminta sesuatu di luar kemampuannya, serta menyakitinya, maka istri tersebut dilaknat oleh seluruh malaikaat rahmat dan seluruh malaikat adzab. Dan barang siapa (istri) yang sabar atas perilaku suaminya yang menyakitkan, maka Allah memberikan ganjaran seperti ganjaran yang telah diberikan kepada Siti Asiyah (istrinys fir'aun) dan Maryam bin Imron (ibundanya Nabi Isa a.s)."
Selain itu terdapat Hadis lain yang masih terkait, sebagaimana berikut ini:
وَقَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ، دَخَلَتِْ الْجَنّةَ أي مَعَ السَّابِقِيْنَ أي مَعَ إِتْيَانِهَا بِبَقِيَّةِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَتَجَنُّبِ الْمَنْهِيَّاتِ
"Rasulullah SAW bersabda: 'Seorang istri mana saja yang meninggal/wafat, dan suaminya ridho atasnya (karena kesholihannya sewaktu hidup) maka ia akan masuk surga (maksudnya beserta orang-orang terdahulu yang masuk surga, dan karena ia melaksanakan segala yang diperintahkan agama dan menjauhi segala larangan agama).'" (HR. Tirmidzi)
Dalam riwayat Imam Ahmad juga disebutkan keterangan yang secara substansi sama, yakni sebagaimana berikut:
وَقَالَ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِيْ الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
"Rasulullah SAW bersabda: 'Tatkala seorang istri mela
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

