Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Turmudzi Taslim AH, Pengasuh Pesantren Raudlotul Qur’an Semarang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Turmudzi Taslim AH, Pengasuh Pesantren Raudlotul Qur’an Semarang

1924 – 1996 M · 5.962 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Turmudzi Taslim AH, Semarang beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlotul Qur’an, Kauman, Semarang.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru
2.3  Mengasuh Pondok Pesantren

3.    Penerus
3.1  Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Karier

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Turmudzi Taslim AH, lahir di Demak pada tanggal 03 Maret 1924, beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlotul Qur’an, Kauman, Semarang.

1.2 Wafat
Beliau berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 23 Januari 1996 tepatnya di Bulan Ramadhan.

1.3 Riwayat Keluarga
KH. Turmudzi Taslim AH menikah dengan Hj. Asomah pada tahun 1955, dari pernikahan itu mereka dikaruniai beberapa anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.2 Guru-Guru
1. KH. Raden Muhammad AH Demak
2. KH. Munawwir Krapyak
3. KH. Ma’shum Lasem
4. KH. Chamid Dimyati Lasem

2.3 Mengasuh Pondok Pesantren
Setelah almagfurlah KH. Abdullah Bin Salim wafat, KH. Turmudzi Taslim diminta keluarga untuk melanjutkan Pondok Pesantren Raudlotul Qur’an. Dan sekitar tahun 1970-an, KH. Turmudzi Taslim juga diminta membantu mengajar para santri hufadz (penghafal Al-Qur’an) Pondok Pesantren Tahaffudzul Qur’an, yang diasuh oleh KH. Abdullah Umar.

Kebetulan lokasi Pondok Pesantren Tahaffudzul Qur’an tidak jauh dari rumah beliau yakni berada di belakang Masjid Agung Semarang. Meskipun hanya sebagai guru bantu mulai saat itulah beliau mengajr santri yang secara khusus menghafalkan Al-Qur’an. Pada tahun 1985 KH. Turmudzi Taslim mendapatkan amanah sebagai nadzir rumah wakaf almarhum H. Abdullah yang berada di Kampung Getekan no:317 Semarang.

Kemudian rumah tersebut dipergunakan untuk asrama para santri putra yang tidak tertampung lagi di Mushala Roudlotul Qur’an. Maka sejak saat itu Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an telah memliki asrama khusus untuk menampung para santri putra. Karena perkembangan Pondok Pesantren semakin pesat lima tahun kemudian di sekitar tahun 1990 KH. Turmu

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+