KH. Tubagus Asyari, Pesantren Ar-Rohmah Bakom, Bogor
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
3. Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pondok Pesantren
4.2 Karier Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Tidak diketahui secara pasti kapan KH. Tubagus Asyari dilahirkan. Namun berdasarkan keterangan dari salah seorang keturunannya, KH.Tubagus Kholidi, diperoleh keterangan bahwa KH. Tubagus Asyari hidup dalam satu kurun dengan KH. Bakri Plered (ulama besar Purwakarta) dan KH. Asnawi Caringin Banten (lahir 1850-an). Kedua kiai terkemuka tersebut mengalami masa kebersamaan dengan KH. Tubagus Asyari pada saat belajar menuntut ilmu di Mekkah kepada Syekh Nawawi al-Bantani.
1.2 Wafat
Beliau wafat pada tahun 1319 H (1901 M)
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Tubagus Asyari menikah dengan seorang putri KH. Muhiyan di Mekkah. KH. Muhiyan kemudian menceritakan maksud kedatangannya menemui KH. Tubagus Asyari kepada Syekh Nawawi al-Bantani. Akhirnya di sana dinikahkanlah KH. Tubagus Asyari dengan putrinya KH. Muhiyan. Alasan KH. Muhiyan menikahkan putrinya dengan KH. Tubagus Asyari dikarenakan keinginan besarnya memiliki menantu yang fasih dalam keilmuan Islam, dan KH. Muhiyan mendapatkan kabar bahwa KH. Tubagus Asyari adalah seorang santri yang tepat untuk menjadi pendamping putrinya.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil KH. Tubagus Asyari mendapatkan pendidikan dan bimbingan keislaman dari ayahnya. Selanjutnya beliau diberangkatkan oleh ayahnya untuk belajar ke Surabaya. Di pesantren Surabaya, KH. Tubagus Asyari kemudian dititipkan oleh KH. Khalif kepada pimpinan pesantren di sana.
Di Mekkah, KH. Tubagus Asyari belajar langsung di bawah bimbingan Syekh Nawawi al-Bantani. Pada saat berada di Mekkah, KH. Tubagus Asyari belajar kepada Syekh Nawawi al-Bantani dalam bidang Tarekat dan Ilmu Fiqh dan berguru kepada kyai masyhur lainnya yang berasal dari Nusantara yakni Syekh Kholil Bangkalan.
2.2 Guru-Guru Beliau saat Menuntut Ilmu di antaranya:
- KH. Khalif
- Syekh Nawawi al-Bantani
- Syekh Kholil Bangkalan
3. Penerus Beliau
3.1 Anak Beliau
KH. Tubagus Kholidi
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
KH. Tubagus Asyari atau lebih dikenal dengan sebutan Mama Bakom merupakan salah seorang kyai kharismatik Bogor berdarah Banten yang sangat mendalam pengaruhnya di kalangan masyarakat. Ribuan murid telah dilahirkan oleh ketulusan dan keikhlasannya mendidik dan membimbing hingga mengabdi di masyarakat selama masa hidupnya.
Kyai penganut Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah ini telah memulai syiar Islam di Bogor sejak lama, terutama sejak kedatangannya di Bogor, tempat beliau b
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

