KH. Tubagus Fudoli lahir pada tahun 1901 KH. Tubagus Fudoli lahir dari ayah yang bernama Raden Usman Beliau adalah pengasuh Pesantren Empangasari Plered, Purwakarta
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pondok Pesantren
3.2 Karier
3.3 Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Tubagus Fudoli lahir pada tahun 1901, dari ayah yang bernama Raden Usman.
1.2 Wafat
Beliau berpulang ke Rahmatullahi pada tanggal 28 Oktober 1965 di usia 70 tahun.
1.3 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanitah sholehah dan dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil, KH. Tubagus Fudoli tidak pernah mengalami pendidikan formal. Beliau banyak belajar dari bapaknya yang sering tinggal di Hijaz, Makkah dan juga kepada kakeknya. Beliau juga belajar dengan membaca koran dan mendengarkan radio. Kemudian, dia memperkaya ilmu agamanya dengan belajar di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Pondok pesantren Cibatu Garut, dan di Makkah.
2.2 Guru-Guru
1. Raden Usman
2. KH. Hasyim Asy'ari
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Setelah pulang dari Pondok Pesantren Tebuireng, beliau menjalankan nasihat gurunya KH. Hasyim Asyari untuk menyebarkan NU di Plered Purwakarta. Sehingga dulu Kecamatan Plered menjadi basis NU di Purwakarta. Tidak hanya berdakwah di Plered Purwakarta saja, beliau juga berdakwah sampai daerah Karawang dan Jakarta.
Yang lebih menarik lagi yaitu beliau berdakwah sambil berniaga di Jakarta, bahkan pada setiap maulid dan rajab setelah KH. Tubagus Fudoli wafat selalu ada undangan dari Islamice Center Jakarta yang mengundang melalui surat resmi kepada Pondok Pesantren Empangsari Plered Purwakarta.
3.1 Mendirikan Pondok Pesantren
Setelah kembali dari Makkah, KH.Tubagus Mama Fudoli mendirikan dan mengasuh Pondok Pesantren Empangsari yang dulu desa tersebut bernama babakan hayam. Pada masa kepemimpinannya, dia mulai menerapkan metode pengajaran klasikal. Selain mengajarkan ilmu agama, beliau juga mengajarkan pelajaran bahasa Arab. Berawal dari pesantren inilah keberadaan KH. Tubagus Fudoli menonjol di kalangan masyarakat Purwakarta dan sekitarnya.
Mulai dari kegiatan rutinnya mengajar di pesantren, kemudian mengadakan pengajian bagi masyarakat umum yang diadakan setiap hari Jum'at pagi. KH. Tubagus Fudoli sangat akomodatif terhadap budaya lokal dalam berdakwah tanpa merusak sendi-sendi ajaran Islam. Dia menyampaikan taushiyahnya dalam bentuk pegon sunda agar mudah dipahami oleh masyarakat. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Sunan Gunung Jati dalam mengIslamkan masyarakat Sunda yang sangat kental akan tradisi nenek moyang pada masa itu.
Bagi masyarakat Purwakarta sosok KH. Tubagus Fudoli
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

