Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Misbah bin Mertodito, Pendiri Pesantren Al-Ittihad Poncol, Semarang
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Misbah bin Mertodito, Pendiri Pesantren Al-Ittihad Poncol, Semarang

wafat 1914 M · 3.389 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Misbah yang mempunyai ilmu syari’at merasa bertanggung jawab untuk 'nasyrul ilmi waddin'. Kabar kealimannya didengar oleh Mbah Sinder, penguasa Getas (sebelah selatan Poncol).

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
2.1  Perjalanan Dakwah
2.2  Mendirikan Pesantren
2.3  Melaksanakan Ibadah Haji

3.    Pesan Beliau
4.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
KH. Misbah lahir di Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Tahun kelahiran beliau tidak diketahui secara pasti. KH. Misbah merupakan putra dari pasangan Kyai Raden Mertodito dan ibu Nyai Asiyah. Keturunan orang yang memperhatikan agama Islam.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Misbah menikah dengan pertama tidak di karuniai putra, kemudian sepakat untuk furqoh (bercerai). Kemudian KH. Misbah menikah yang kedua kalinya dengan gadis dari Kauman Lor Pabelan Salatiga, namun setelah dikaruniai dua putra (Ikrom dan Askirom) tidak ada kecocokan kemudian furqoh. Setelah itu, istri keduanya memohon agar KH. Misbah untuk menikah dengan adiknya yang bernama Nyai Aisyah, dan mereka sanggup untuk menjadi khodimnya.

Sejak pernikahan dengan Aisyah, KH. Misbah pindah ke Padaan, Pabelan dan pada tahun 1810 lahir putra yang pertama yang diberi nama Umar (Hasan Asy’ari). Tidak lama kemudian pindah ke Ngawi, di Ngawi lahir dua putra (Toyib dan Marzuqi) dan satu putri (Khotijah). Setelah 22 tahun di Ngawi KH. Misbah pindah ke Cikalan (sebelah timur Dusun Poncol).

KH. Misbah yang mempunyai ilmu syari’at merasa bertanggung jawab untuk 'nasyrul ilmi waddin'. Kabar kealimannya didengar oleh Mbah Sinder, penguasa Getas (sebelah selatan Poncol). Pada tahun keempat sekembalinya dari Ngawi KH. Misbah diminta oleh Mbah Sinder untuk mengamankan daerah sebelah utara Getas, yaitu wilayah Ngerkesan yang terkenal angker, letaknya di antara dua aliran sungai yang bertemu dan menjorok, daerah inilah yang disebut Poncol, dan sebagai imbalannya daerah tersebut menjadi miliknya.

1.3 Wafat
KH. Misbah saat sakitnya bertambah parah, kemudian pada Senin, 12 Dzulhijjah 1332 H (1913 M), di Kota Makkah Al-Mukarramah KH. Misbah wafat.

2. Perjalanan Hidup dan Dakwah

2.1 Perjalanan Dakwah
KH. Misbah yang mempunyai ilmu syari’at merasa bertanggung jawab untuk 'nasyrul ilmi waddin'. Kabar kealimannya didengar oleh Mbah Sinder, penguasa Getas (sebelah selatan Poncol). Pada tahun keempat sekembalinya dari Ngawi KH. Misbah diminta oleh Mbah Sinder untuk mengamankan daerah sebelah utara Getas, yaitu wilayah Ngerkesan yang terkenal angker, letaknya di antara dua aliran sungai yang bertemu dan menjorok, daerah inilah yang disebut Poncol, dan sebagai imbalannya daerah tersebut menjadi miliknya.

Setelah menjadi tempat pemukiman selanjutnya tempat tersebut dijadikan sebagai tempat basis dakwahnya. Karena kealiman dan kearifannya, pengajian Kyai Misbah banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar bahkan dari luar daerah. Sebagai pemecahannya didirikan masjid sebagai pusat pengajian. Dengan demikian tambah ramailah Poncol dengan penimba ilmu kebijaksanaan.

2.2 Mendirikan Pesantren
Setelah menjadi tempat pemukiman selanjutnya tempat tersebut dijadikan sebagai tempat basis dakwahnya. Karena

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+