Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Abuya KH. Otong Nawawi, Muasis Pesantren Thoriqotul Huda al Hasanah Pandeglang
✓ Terverifikasi Tim Riset

Abuya KH. Otong Nawawi, Muasis Pesantren Thoriqotul Huda al Hasanah Pandeglang

1925 – 2002 M · 4.782 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Otong Nawawi lahir hari Jum‟at pada tanggal 7 bulan Muharram tahun 1344 Hijriah atau tahun 1925 Masehi di Kampung Ciandur Kecamatan Saketi. Ayahnya bernama KH. Aslah ialah seorang ulama yang mengajar di pesantren dan mengajarkan ilmu agama kepada Otong Nawawi.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-Anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Lembaga Pendidikan Islam
4.2  Karier
4.3 Karya

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 
1.1 Lahir

KH. Otong Nawawi lahir hari Jum'at pada tanggal 7 bulan Muharram tahun 1344 Hijriah atau tahun 1925 Masehi di Kampung Ciandur Kecamatan Saketi. Ayahnya bernama KH. Aslah ialah seorang ulama yang mengajar di pesantren dan mengajarkan ilmu agama kepada KH. Otong Nawawi. Silsilah Abuya KH. Otong Nawawi dari jalur ayah memiliki hubungan dengan Syekh Dawud Cigondang, Labuan-Pandeglang.

Ibu beliau yaitu Hj. Khodijah mempunyai ayah H. Sanaka, dan H. Sanaka lebih jelasnya memiliki hubungan geneologis dengan Syekh Masajan Wiralaksana yang merupakan salah satu prajurit Kesultanan Banten yang menetap di Kampung Ciandur Kecamatan Saketi.

1.2 Wafat
Abuya Otong wafat pada malam Selasa, 14 Romadhan 1423 H bertepatan dengan 19 November 2002 dalam usia 90 tahun. Abuya meninggal di Ciandur dan dimakamkan di Kp. Pasir Manggu, di kebun milik pribadi. Suatu ketika, sebelum wafat Abuya pergi kebun tersebut bersama istrinya, Ibu Hj. Encuk. Ia berpesan agar ketika wafat nanti dimakamkan di tempat tersebut. Setelah wafat dimakamkan disana berdampingan dengan makam istrinya yang telah lebih dulu wafat. Kepergian Abuya Otong meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga juga bagi masyarakat.

1.3 Riwayat Keluarga
Abuya KH. Otong Nawawi menikah dengan Siti Solhah binti H.Muhammad Sirodj dikaruniai seorang putra bernama Muhammad Fayumi. Fayumi lahir malam Jum'at di Desa Kadugadung tanggal 7 Syawal jam 3 tahun 1368 Hijriah bertepatan dengan tanggal 29 Juli 1949 M, (3 Bulan setelah lahir, Fayumi meningal dunia tanggal 7 Muharram 1369H/30 Oktober 1949 M).

Beberapa hari setelah melahirkan Muhammad Fayumi, Istrinya Siti Solhah meninggal dunia pada hari Kamis meninggal 29 tanggal 15/16 Dzul Qo'dah tahun 1368 H/9 September 1949 M Jam 4 waktu Ashar, Setelah Siti Solhah meninggal dunia Abuya KH. Otong Nawawi menikah lagi dengan Nyai Siti Mansuroh binti H. Abdul Qodir cucu dari H. Muhammad Sirodj tanggal 12 Dzulqodah/5 Januari 1950 M di Desa Kadugadung.

Setelah menikah dengan Siti Mansuroh, Abuya KH. Otong Nawawi pergi ke Pondok Pesantren Gentur Cianjur tanggal 7 Rabiul awal hari Kamis 1369 H /12 Januari 1950 M. Dua bulan kemudian, dengan ridho dan doa para guru KH. Otong Nawawi keluar dari Gentur Cianjur tanggal 23 Sya'ban 1369 H/1950 M.

Dalam menyebarkan agama Islam KH. Otong Nawawi selalu mendapatkan dukungan dari keluarga terutama anak dan istrinya, adapun silsilah keturunan dari KH. Otong Nawawi ialah: Pada tanggal 14 Syawal hari Sabtu 1369 H/29 Juli Tahun 1950 M Abuya KH. Otong Nawawi berdagang ke Pulau Sumatera.

Ketika akan berangkat ke Sumatera KH. Otong Nawawi melakukan talak ta'liq kepada istrinya Siti Mansuroh binti H. Abdul Qodir Kadugadung tanggal 14 Syawal hari Sabtu tahun 1369H/29 Juli 1950 M. Di dalam ta'liq tersebut mengatakan “Kalau saya tidak datang

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+