KH. Ma’mun Bakri adalah pendiri Pondok Pesantren Qiraatussabah Kudang, Limbangan, Garut.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Anak-Anak
3.2 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikam Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Ma’mun Bakri dikenal dengan sebutan Mama Kudang lahir pada tahun 1898. Mama Kudang (selanjutnya ditulis Mama) terlahir dari pasangan KH. Bakri asal Cianjur dan Eyang Emi asal Garut.
1.2 Wafat
KH. Ma’mun Bakri berpulang ke Rahmatullahi pada 31 Januari 1980 M/13 Rabiul Awal 1400 H Hari Kamis (09:15 WIB) Ketika hendak di makamkan pada halaman masjid yang berada di lingkungan pesantren, tetapi terjadi keanehan pada lubang makam yang digali. Lubang tersebut selalu mengeluarkan air, sehingga tidak bisa dipakai untuk pemakaman. Setelah melakukan musyawarah bersama keluarga, akhirnya beliau dimakamkan pada pemakaman umum.
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Ma’mun Bakri menikah pada tahun 1926 dengan seorang wanita sholehah bernama Hj. Romlah (Garut), dari pernikahan itu dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Sejak kecil hingga remaja, KH. Ma’mun Bakri sudah terlihat memiliki kecenderungan yang sangat besar terhadap Al-Qur'an. Pada usia 12 tahun, beliau dibawa ibundanya, Eyang Emi untuk menunaikan haji dan bermukim di Makkah.
Di sana beliau mendalami ilmu agama, Mminat KH. Ma’mun Bakri tidak hanya terbatas untuk mempelajari Al-Qur'an saja, tetapi beliau juga rajin menggali ilmu fiqih, tasawuf, nahu shorof, dan ilmu keislaman lainnya. Beliau berguru kepada ulama Mekkah, di antaranya Syekh Siraj, Sayyid Amin, Sayyid Malik, dan Sayyid Alawi.
Dalam bidang Al-Qur'an, beliau tidak hanya berhasil menghafal Al-Qur'an secara sempurna, akan tetapi beliau juga mampu menguasai Qiraat sab’ah dengan begitu prima. Penguasaan yang sempurna itu pun akhirnya menghasilkan pencapaian yang manis. Beliau akhirnya dipercaya untuk mendapatkan sanad mutawatir yang bersambung kepada Rasulullah SAW.
KH. Ma’mun Bakri tidak begitu saja puas setelah memperoleh sanad Qiraat Sab’ah yang bersambung sanadnya kepada Rasulullah SAW. Karena bukan sanad tersebut yang menjadi target utamanya dalam belajar Al-Qur'an. Tujuan utamanya dalam belajar Al-Qur'an tentunya tidak lain ialah untuk menggapai ridha Allah SWT.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Bakri
2. Syekh Siraj
3. Sayyid Amin
4. Sayyid Malik
5. Sayyid Alawi
3. Penerus Perjuangan
3.1 Anak-anak
1. KH. Alawi Ma'Mun
2. KH. Amin Ma'mun
3.2 Murid-murid
1. KH. Ahmad Sya
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

