KH. Chamzah Ismail, Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah, Sidoarjo
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Anak-anak
3.2 Murid Beliau
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
4.2 Karier Beliau
4.3 Jasa Beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Chamzah Ismail lahir sekitar tahun 1875, beliau adalah putra dari Marhani Binti Halima Binti Raden Sairoh Binti Jailani Bin Mbah Albiyah dengan keturunan Mbah Qodik Binti Mbah Ahmad Mutamakkin (Kajen) Bin Sungo Haji Negoro Bin Pangeran Benowo Bin Sultan Demak (Syahid Abdurrahman) atau Kang Mas Karebet Joko Tingkir.
1.2 Wafat
KH. Chamzah Ismail berpulang ke Rahmatullah pada tahun 1992
1.3 Riwayat Keluarga
KH. Chamzah Ismail menikah dengan wanita sholehah bernama Nyai Muchsinah
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Chamzah Ismail bermula ketika beliau menempuh pendidikan di beberapa pondok pesantren di Jawa Timur. Awalnya KH. Chamzah Ismail belajar agama di Pondok Pesantren Pager Wojo Sidoarjo Jawa Timur, yang diasuh oleh KH. Syahid, yaitu ayah dari KH. Ali Mashud yang lebih dikenal dengan
panggilan Mbah Ud. Selanjutnya KH. Chamzah Ismail bersama KH. Hasyim Asy’ari mondok di Demangan, Bangkalan, Madura, Jawa Timur yang diasuh oleh Syaikhonah Kholil bin Abd Latif.
2.2 Guru-Guru:
- KH. Syahid
- Syaikhonah Kholil bin Abd Latif Bangkalan
3. Penerus Perjuangan
3.1 Anak-anak
- KH. Imron Chamzah
- Nyai Chuzaimah
- Nyai Nur Abidah
- Nyai Khudzaifah
3.2 Murid
KH. Sholeh Qosim
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
KH. Chamzah Ismail yang memiliki tujuan mendirikan Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah adalah untuk memajukan umat muslim di seantero dunia agar dapat mengetahui agama lebih dalam dan “menciptakan” para ulama dari kalangan muda baik laki-laki maupun perempuan yang dimulai dari daerah sekitar Ngelom Sepanjang Sidoarjo.
Selain itu juga ia menggunakan pembelajaran, dengan kitab-kitab yang dikaji pada masa awal adalah menekankan pada pengajaran Alquran dan kitab-kitab yang mengandung ilmu tauhid. Sedangkan yang dimaksud ilmu tauhid adalah ilmu tentang keesaan Allah karena pada saat itu masyarakat masih sangat awam dengan ilmu ketauhidan.
Kitab-kitab tauhid yang digunakan dalam Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah antara lain Nurudholam, Fathul Madjid dan Al- Jawahirul Kalamiyah.
Sem
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

