KH. Moch Khozin, beliau adalah ulama besar dan memiliki banyak murid/santri, selain sebagai pengasuh Pesantren Al-Hamdaniyah,Sidoarjo beliau juga pendiri pesantren Al-Khoziny Sidoarjo.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Wafat
1.3 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Anak-anak
3.2 Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
4.2 Karier
4.3 Kisah
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Moch Khozin merupakan ulama yang berasal dari Mojosari, Kabupaten Mojokerto yang memiliki nama lengkap KH. Moch Khozin ibn kyai Khoiruddin ibn Ghazali ibn R. Musthofa (Mbah Jarot), beliau lahir pada tahun ± 1875 M.
1.2 Wafat
KH. Moch Khozin berpulang ke Rahmatullah pada tahun ±1955 M, beliau di makamkan di pemakaman keluarga pondok pesantren al-Hamdaniyah.
1.3 Riwayat Keluarga
Awal mulanya beliau hanya seorang santri di pondok pesantren Al-Hamdaniyah. KH. Moch Khozin didapuk sebagai kyai kharismatik yang tekun dalam belajar dan ber akhlaqul karimah. Karena mempunyai keistimewaan itulah beliau dijodohkan oleh KH. Ya‟qub dengan salah satu anaknya, Siti Fatimah. Pernikahan KH. Moch Khozin dan Siti Fatimah dikarunia seorang putra yang bernama Abbas.
Namun, pernikahan KH. Moch Khozin dengan Siti Fatimah tidak berjalan lama karena Siti Fatimah meninggal dunia. Sepeninggal Siti Fatimah putri KH.
Ya‟qub, KH. Moch Khozin diambil menantu kembali oleh KH. Abdurrohim. Yang mana KH. Ya‟qub dan KH. Abdurrohim merupakan saudara kandung dari ayahnya yang bernama KH. Khamdani, pendiri pesantren Al-Hamdaniyah.
Beliau dinikahkan dengan putrinya yang bernama Siti Maimunah. Atas pernikahan keduanya beliau dikaruniai enam orang anak, adapun putra putri KH. Moch Khozin dengan Siti Maimunah
yaitu :
1. Afifah
2. Sholhah
3. Siti Zubaidah
4. Kiai Basuni
5. Mushinah
6. Ruqoyyah
Semasa hidupnya KH. Moch Khozin adalah figur yang telaten duniawi. Terlepas dari hal itu, beliau juga senantiasa memfokuskan anaknya
agar senantiasa mematuhi orang tua, ulama, dan gurunya. Beliau juga selalu mengajarkan untuk selalu melafalkan al-Quran. Keistiqamahan beliau dalam melafalkan al-Quran telah menjadikannya sebagai wiridan keseharian. Hal ini lah yang cukup berpengaruh dalam membentuk kepribadian anak
turunnya.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Moch Khozin semenjak belia telah dibimbing membaca serta menulis al-Quran, dan wawasan keagamaan oleh orangtuanya. Tidak hanya
itu, beliau juga dilatih bertanggung jawab atas segala persoalan yang dihadapi. Beliau juga sangat mementingkan sebuah kesederhanaan, hal itu
tercemin pada saat beliau mengasuh di pondok pesantren Al-Hamdaniyah.
Sebelum KH. Moch Khozin menetap dan menjadi santri dipondok pesantren Al-Hamdaniyah, beliau sering berpindah-pindah tempat dalam
menimba ilmu. Salah satunya yaitu di malang, pasuruan dan madura. Namun, pada tahun 1895 M. beliau menjadi santri di pes
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

