Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Raden Ali, Pendakwah Islam di Sidoarjo
✓ Terverifikasi Tim Riset

Raden Ali, Pendakwah Islam di Sidoarjo

lahir 1845 M · 3.461 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Raden Ali adalah seorang ulama’ pembuka (babat) tanah Ngelom Pesantren pada sekitar tahun 1261 Hijriyah dipekirakan 1845 Masehi, beliau juga seorang Waliyullah ahli Thariqah Syaththariyah, penyebar dan peletak dasar ajaran Islam yang berhaluan faham Ahlus Sunnah Wal Jamaah di daerah Ngelom Sepanjang dan sekitarnya,

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pesantren
4.2  Karier
4.3  Karomah

5.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Raden Ali adalah seorang ulama’ pembuka (babat) tanah Ngelom Pesantren pada sekitar tahun 1261 Hijriyah dipekirakan 1845 Masehi, beliau juga seorang Waliyullah ahli Thariqah Syaththariyah, penyebar dan peletak dasar ajaran Islam yang berhaluan faham Ahlus Sunnah Wal Jamaah di daerah Ngelom Sepanjang dan sekitarnya, Beliau juga Mu’assis Pondok Pesantren Salafiyah Bahauddin Ngelom Taman Sepanjang Sidoarjo.

Dalam tubuh Raden Ali mengalir darah keturunan Ki Ageng Selo. Raden Ali dilahirkan dari seorang Ayah bernama Raden Mas Pangeran Kerthoyudo putra Sultan Agung Dipura, Ibunda Beliau bernama Raden Ayu Ibu, putri Raden Mas Kantri atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raden Mas Umbul Suwelas putra dari Al Karomah Al Akbar Al Khoir Ahmad atau yang lebih dikenal dengan sebutan Raden Ronggo, Sultan Ngaloga.

Perjalanan hidupnya, semenjak kecil Raden Ali telah menjadi seorang anak yatim piatu. Ayahandanya Raden Mas Pangeran Kerthoyuda telah meninggal dunia ketika beliau masih berumur sepuluh bulan berada dalam kandungan Ibundanya. Kemudian ketika usia kandungan Sang Ibunda telah berumur sebelas bulan ia terlahir ke dunia, namun tak lama kemudian sang Ibunda pun juga meninggal, meninggalkan Raden Ali kecil yang masih berumur satu bulan. Kemudian Raden Ali kecil diasuh oleh Kyai Gibah dan istrinya.

1.2 Wafat
Tidak ada satu catatan pun ditemukan yang menulis cerita tentang tahun, bulan, tanggal dan hari wafat Mbah Raden Ali. Akan tetapi dapat diketahui dari berita turun temurun yang disampaikan dari mulut ke mulut yang menyatakan bahwa Mbah Raden Ali meninggal pada  bulan   Sya’ban hari keketujuh belas. Sedangkan mengenai tahun wafat beliau, informasi yang diterima oleh penulis dari beberapa orang, ternyata banyak terjadi perbedaan pendapat, yang semuanya tidak bisa dipertanggung jawabkan akurasi kebenarannya.

Jenazah Raden Ali di semayamkan di Kompleks pemakaman keluarga, di desa Ngelom Pesantren Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, tepatnya berada di sebelah selatan Masjid Bahauddin, depan Madrasah Aliyah Bahauddin Ngelom.

1.3 Riwayat Keluarga
Raden Ali menikahi seorang wanita sholehah, dari pernikahan itu beliau dikaruniai beberapa anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu

Saat mengasuh Raden Ali kecil, Kyai Gibah bersama istrinya senantiasa merasa bahagia, terlebih sejak kecil Raden Ali tidak pernah mengalami sakit-sakitan. Pun juga, Kyai Gibah merasa ada yang istimewa ketika mengasuh Raden Ali kecil, tanaman mentimunnya selalu panen dengan hasil yang melimpah, rizkinya pun semakin hari semakin bertambah banyak pula.

Semenjak kecil Raden Ali telah memiliki sifat menjauhi cinta dunia. Kemudian setelah Rade

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+