Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Sholih Tsani, Masyayikh Pesantren Qomaruddin Bungah, Gresik
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Sholih Tsani, Masyayikh Pesantren Qomaruddin Bungah, Gresik

1838 – 1902 M · 2.761 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

 KH. Muhammad Sholih Tsani bernama kecil Muhammad Nawawi. Beliau lahir di Desa Rengel, Tuban, pada tahun 1254 H. Ayahnya bernama Madyani (KH. Abu Ishaq) dan ibunya bernama Rosiyah binti KH. Muh. Sholih Awal.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-anak

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mengasuh Pesantren
4.2  Karier
4.2  Karya

5.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Muhammad Sholih Tsani bernama kecil Muhammad Nawawi, beliau lahir di Desa Rengel, Tuban, pada tahun 1254 H. Ayahnya bernama Madyani (KH. Abu Ishaq) dan ibunya bernama Rosiyah binti KH. Moh. Sholih Awal.

Dengan demikian beliau adalah cucu KH. Muh. Sholih Awal. Kata “Tsani” (berarti yang kedua), yang melekat pada namanya semata-mata untuk membedakan dengan nama kakeknya yang dikenal dengan nama KH. Moh. Sholih Awal. Selain itu, Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah memang terdapat tiga pemangku yang bemama depan Moh. Sholih.

1.2 Wafat
Pada hari Kamis, 24 Jumadil Awal 1320 H/28 Agustus 1902 KH. Muhammad Sholih Tsani wafat setelah memimpin Pondok Pesantren Sampurnan selama 40 tahun. Beribu-ribu kyai, ulama, santri, dan masyarakat turut berduka cita dan mengantarkan pemakamannya. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Khusus Para Muassis (pemangku) Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah.

1.3 Riwayat Keluarga
Pada usia 25 tahun. KH. Muhammad Sholih Tsani menikah dengan Nyai Muslihah, putri dari Nyai Asiyah bin Muh. Harun. Jadi beliau menikah dengan saudara misannya sendiri, sebab Asiyah adalah saudara Rosiyah, ibunya. 

Pernikahan KH. Muhammad Sholih Tsani dengan Nyai Maslihah dikaruniai 11 orang anak, yaitu :

  1. Abdullah, tinggal di Banaran Babat, Lamongan. Keluarga Abdullah ini menurunkan: Kyai Amari–Banaran Lamongan dan Robi’ah, ibu KH. Ah. Maimun Adnan (Pendiri dan Pemangku Pondok Pesantren Al Ishlah Bungah Gresik).
  2. Ismail, yang kemudian menjadi pengganti beliau (Pemangku Pondok Pesantren Oomaruddin yang ke-4).
  3. Nafisah, Istri KH. Moh. Ya’qub. Keluarga ini menurunkan Kyai Muhammad (Sampurnan).
  4. Nashihah, Istri H. Abu Bakar.
  5. Umamah, istri KH. Abd. Rahman. Keluarga ini menurunkan: Kyai Aqib–Leran dan KH. Abdul Hamid (Mbah Mik)–Sampuman.
  6. Moh. Said (wafat kecil)
  7. Aminah, istri KH. Musthofa bin Abd. Karim, Pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatut Thalabah Kranji Paciran Lamongan. Keluarga ini melahirkan keturunan : KH. Abdul Karim, penggagas dan pendiri Jam’iyatul Quro’ (MTA), Nasional dan KH. Moh. Sholih Tsalis, pemangku Pondok Pesantren Oomaruddin yang ke-6.
  8. Abu Hasan (Mbah Abu)–Sampurnan.
  9. Shofiyah, istri H. Usman–Sampurnan.
  10. Abd. Karim, ayah KH. Moh. Zuber Sampurnan.
  11. Umar (ayah KH. Moh. Zuber–Sendang) kawin dengan Zalikhoh bin K. Zubair bin K. Musthofa Sendang Agung.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

KH. Muhammad Sholih Tsani menerima pendidikan Islam tingkat dasar dari ayahnya sendiri, yaitu di Pondok Pesantren Sampurnan. Tahun 127

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+