Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Adzroi (Mama Bojong), Masyayikh Pesantren Fauzan 1 Garut
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Adzroi (Mama Bojong), Masyayikh Pesantren Fauzan 1 Garut

1845 – 1918 M · 4.707 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Adzro’i diperkirakan lahir pada 1845 ayah beliau adalah ulama besar Garut bernama KH. Abdul Wahab.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru

3.    Penerus
3.1  Anak-anak
3.2  Murid-murid

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mengasuh Pesantren
4.2  Karier

5.   Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Adzro’i diperkirakan lahir pada 1845 M, ayah beliau adalah ulama besar Garut bernama KH. Abdul Wahab. Nasab beliau KH. Muhammad Adzro’I  bin KH. Abdul Wahab bin KH. Muhammad Arif bin Syekh Nuryayi bin Raden Puspadirana. Nasab Raden Puspadirana, dimana nasabnya masih tersambung kepada Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Djati Cirebon).

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Adzro’i menikah dengan Ambu Ijoh Khodijah yang merupakan putra sulung dari KH. Hasan Basori Kiarakoneng, Garut yang merupakan juga kakak dari Syekh Muhammad atau dikenal dengan nama Syekh Jabal Qubais. Dari pernikahan itu dikaruniai beberapa anak di antaranya KH. Umar Bashri dan Nyimas Unang Maemunah.

1.3 Wafat
KH. Adzro’i wafat pada usia 73 tahun pada tahun 1918 M dan makamkan di Komplek Pemakaman Bojong Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu

Selain murid dari Syekh Nawawi, dalam sumber lain disebutkan bahwa KH. Adzro’i juga merupakan murid dari Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dan Syekh Ibrohim Al-Baijuri. Sayyid Ahmad Zaini Dahlan merupakan Mufti Imam Syafi’i pada masa itu. Sedangkan Syekh Ibrohim Al-Baijuri sendiri merupakan pengarang Kitab “Masalah fil Aqo’id Al-Baijuri” yang disyarahi oleh Syekh Nawawi Al-Bantani dengan nama Kitab “Tijan Ad-Daruri". Pada usia 60 tahun, KH. Adzro’i berguru kepada Syekh Ahmad Khatib Sambas yang kemudian KH. Adzro’i menjadi Mursyid dari Thariqoh Qodiriyah Naqsabandiyah pada masa itu.

2.2 Guru-Guru:

  1. Sayyid Ahmad Zaini Dahlan 
  2. Syekh Ibrohim Al-Baijuri
  3. Syekh Nawawi Al-Bantani
  4. Syekh Ahmad Khatib Sambas

3. Penerus Perjuangan
3.1  Anak-anak 

  1. KH. Umar Bashri
  2. Nyimas Unang Maemunah

3.2  Murid-murid

  1. KH. Umar Bashri (putra dari KH. Muhammad Adzro'i)
  2. KH. Ahmad Syatibi Al-Qonturi (Mama Gentur) Cianjur
  3. KH. Nahrowi (Pesantren Keresek) Garut
  4. KH. Muhammad Rusdi (Cikoneng) Garut
  5. KH. Hasan Mustafa Bandung
  6. KH. Rd Muhammad Alqo Sukamiskin-Bandung

4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
Pesantren Fauzan merupakan s

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+