Pondok Pesantren yang di dirikan oleh KH. Juwaini Nuh (almarhum) pada tahun 1947
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Penerus
3.1 Anak-anak
3.2 Murid-murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Kyai Juwaini lahir pada tahun 1915 dari nyai Habibah .Sedang dari jalur ayah, beliau adalah putra ke-dua dari empat bersudara :
1. Zainal arifin{mbah matin ).
2. Juwaini
3. Fauzan
4. Muslim
Kyai Juwaini atau lengkapnya Juwaini bin Nuh bin Abdurrohman bin Tuba bin Husain. Beliau berasal dari dusun Demang, Sidorejo, Krass, Sedan, Rembang, Jawa Tengah. Beliau lahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara.
1.2 Riwayat Keluarga
Beliau memperistri gadis cantik dari dusun Banaran, Tunglur, kecamatan Pare, Kediri, Aisyah Binti Khanan, Ibu nyai Aisyah ini putri pertama dari pasangan Mahbubah Binti Sholeh. Setelah beberapa tahun menikah,mempelai berdua ini pindah ke dusun Tertek, Tertek, Pare, Kediri. Kemudian mendirikan sebuah pesantren yg diberi nama Al-Hidayah.
Dari pernikahan itu dikaruniai beberapa putera-puteri, yaitu:
- H.Ahmad Chuzaimah, memperistri Luluk Tunjiati.Kemudian menetap di Semanding Tertek Pare,
- Siti Hajar, diperistri oleh KH.Suyuthi(Kasim Wlingi, Blitar).
- Sholichah, diperistri MasykuriNoor.alm (Semat, Jepara, JawaTengah)
- Ahmad Nizar, menetap di Tulungrejo Pare Kediri.
- Siti Robi’ah, diperistri Kyai Munir(Genteng Banyuwangi),menetap di Tertek Pare Kediri.
- Kholisoh ( wafat masih kecil )
- Mohammad Nuh, menetap di Tertek Pare Kediri.
- Agim Hamzah, memperistri Mustaghfiroh(Peterongan Jombang).
- Siti Mudzi’ah, diperistri Kyai Bisri Musthofa.alm(Nepen Canggu Pare)
- .Baidho’ , di peristri KH. Mashudi(Pesantren Al-Muslih, Tanjungtani Prambon, Kediri)
- Thoifur, meninggal saat masih bayi.
1.3 Wafat
KH. Juwaini Nuh wafat pada 26 Jumadil ula 1395 H bertepatan dengan 06 Juni 1975 Masehi pada usia 60 tahun ( 1915 – 1975 M )
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Juwaini Nuh menimba ilmu pada Kyai Ma’shum Lasem lalu berlanjut mondok ilmu ke pesantren Lirboyo Kediri dibawah asuhan KH.Mahrus ‘Ali, menimba ilmu di Romo Kyai Hamid Pasuruan merupakan senior Beliau saat di Lasem ini. Keakraban beliau dengan KH. Mahrus Ali ini masih tetap terjalin, bahkan setelah beliau wafat. KH. Mahrus Ali masih sering berkunjung ke Tertek setelah wafatnya KH. Juwaini Nuh. Kemudian mondok ke KH. Hasyim ‘Asy ‘ari Tebuireng Jombang. Beliau menjadi santri kesayangan KH. Hasyim ‘Asy ‘ari .
2.2 Guru-Guru:
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

