KH. Kasyful Anwar lahir di Bangil, pada tahun 1944 dari pasangan Tuan Guru Bangil dengan Hj. Bintang binti H. Abdul Aziz. Saudara-saudara KH. Kasyful Anwar di antaranya KH. Kasyful Anwar, disusul Zarkoni, Abdul Basit, Malihah, dan Khalwani.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Kasyful Anwar lahir di Bangil, pada tahun 1944 dari pasangan Tuan Guru Bangil dengan Hj. Bintang binti H. Abdul Aziz. Saudara-saudara KH. Kasyful Anwar di antaranya KH. Kasyful Anwar, disusul Zarkoni, Abdul Basit, Malihah, dan Khalwani. Nama Kasyful Anwar diambil dari nama guru Tuan Guru Bangil yakni Tuan Guru Syekh Kasyful Anwar Al-Banjari, Pendiri Pondok Pesantren Darussalam, Martapura.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Kasyful Anwar menikah dengan Hajjah Rif’ah, putri dari Tuan Guru Anang Sya’rani Arif, Martapura. Beliau dikaruniai anak lima putra dan putri yakni Siti Wafrah, Siti Nayyirah, Siti Atikah, Muhammad Luthfi Hakim dan Muhammad Minnanurrahman.
1.3 Wafat
KH. Kasyful Anwar, berpulang ke Rahmatullahi di Kota Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis 5 Agustus 2021 sekitar pukul 07.30 WIB.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Saat berusia belia, KH. Kasyful Anwar menempuh pendidikan agama di Madrasah Ibtidaiyah Al-Hurriyah di Bangil di bawah bimbingan Ustadz Jalal. Beliau juga sempat mengenyam pendidikan di Pondok Kyai Hamid Pasuruan.
Beliau juga pernah menuntut ilmu di Pondok Pesantren Darun Nasyi’in Lawang, Jawa Timur yang diasuh Habib Muhammad Bin Husain Ba’abud selama enam tahun. Setelah itu ia berangkat ke Martapura, Kalimantan Selatan kurang lebih satu tahun untuk memperdalam ilmu agama. Di antaranya beliau berguru kepada Tua Guru Anang Sya’rani Arif yang kemudian hari menjadi mertua beliau.
Tuan Guru Anang Sya’rani Arif adalah seorang ulama besar yang menggantikan Tuan Guru Syekh Kasyful Anwar Al-Banjari dalam meneruskan kepemimpinan Pondok Pesantren Darussalam, Martapura.
Setahun di Kota Martapura, beliau kembali ke Kota Bangil. Beliau menyempatkan diri berguru kepada Habib Ali bin Abdullah Al-Haddad, putra Habib Abdullah bin Ali Al-Haddad, Sangeng, Bangil. Beliau juga menimba ilmu dari Habib Salim bin Agil di Surabaya selama dua tahun.
Saat tinggal di Jakarta, hubungan KH. Kasyful Anwar dengan para habaib terus berlanjut. Di Ibukota, beliau belajar kepada Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, ulama ahli hadis terkemuka di era tahun 1960-an.
2.2 Guru-Guru:
- Ustadz Jalal
- KH. Hamid Pasuruan
- Habib Muhammad Bin Husain Ba’abud
- Tuan Guru Anang Sya’rani Arif
- Habib Ali bin Abdullah Al-Haddad
- Habib Salim bin Agil Surabaya
- Habib Salim bin Ahmad bin Jindan
3. Penerus Perjuangan
3.1 Anak-anak
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

