Teungku Muhammad Ali Irsyad, Muasis Pesantren (Dayah) Darussa'adah Kab. Pidie, Aceh
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
3.2 Karier
3.2 Karya-karya
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Teungku Muhammad Ali Irsyad yang dilahirkan pada tahun 1915 M di Desa Kayee Jatoe Kemukiman Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh. Sejak kecil Teungku Muhammad Ali Irsyad mendapat pengetahuan agama pertama kalinya dari orang tuanya Teungku Muhammad Irsyad dan ibunya bernama Aisyah. Ayah Teungku Muhammad Ali Irsyad merupakan salah satu Ulee Balang Glumpang Payong di masa penjajahan Belanda.
1.2 Riwayat Keluarga
Selama hidupnya Teungku memiliki tiga orang istri. Istri pertamanya bernama Hj. Aminah yang berasal dari Teupin Raya, istri keduanya bernama Hj. Fatimah dari Trienggadeng dan istri ketiga Abu Teupin Raya bernama Hj. Fatimah berasal dari Reuduep-Panteraja. Dari ketiga istrinya ini Abu Teupin Raya dikaruniai sembilan (9) orang anak.
Dari istri pertama ini, mereka dikaruniakan lima orang anak yaitu: Teungku Armia, Teungku Syakya, Hj. Fatimah, Zakaria, Yahya. Istri keduanya ialah Hj. Fatimah (Trieng Gadeng-Puduek), dengan istri kedua beliau dikaruniakan tiga orang anak yaitu: Marhamah, Muhammad, Helmi. Sedangkan istri yang ketiga adalah Hj. Fatimah (Peradeue Panteraja), dari istri yang ketiga ini beliau dikarunia seorang anak yaitu: Muazzinah.
1.3 Wafat
Beliau berpulang ke Rahmatullah pada tahun 2003 dalam usia 88 tahun.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Teungku sejak kecil dididik langsung oleh orang tuanya yang bernama Teungku Irsyad dalam bidang pendidikan agama dengan sangat ketat, kemudian mengingat karena orang tuanya sebagai qadhi, salah seorang Ulee Balang Glumpang Payong pada masa Belanda, maka sudah barang tentu beliau dari lingkungan bangsawan beliau mendapat kesempatan untuk memperoleh kesempatan pendidikan umum.
Karena itu pada beliau mengalir dua pendidikan yaitu pendidikan agama yang dibimbing langsung oleh orang tuanya, kemudian pendidikan umum yang mendapat fasilitas dari jabatan orang tuanya sebagai qadhi Ulee Balang.
Mengingat kedua hal tersebut, beliau mempertimbangkan kalau di rumah beliau harus mengetahui pelajaran agama dan keesokan harinya di sekolah harus berhadapan dengan guru-guru dari Belanda, maka timbullah goncangan jiwa dalam hati beliau, sehingga beliau memutuskan untuk mencari ilmu agama.
Tempat yang pertama sekali Teungku Muhammad Ali Irsyad (Abu Teupin Raya) kunjungi dalam mencari ilmu agama adalah Uteuen Bayu Ulee Glee, disana ada seorang ulama yang bernama Teungku Abdurrahman. Pada tahun 1947 Teungku Muhammad Ali Irsyad melanjutkan pendidikannya, karena telah mendapat izin dari gurunya. Dari sana beliau melanjutkan pendidikannya ke Pulo Kiton, selanjutnya menuju Gandapura, di Gandapura beliau mempelajari Ilmu Falak pada salah seorang ulama yang baru pulang dari Makkah, yang telah mempelajari Ilmu Falak beberapa tahun lamanya.
Ilmu tersebut sangat menarik perhatian Teungku Muhammad Ali Irsyad. Sekitar dua tahun beli
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

