KH. Muhammad Sahal Adzkiya atau akrab dipanggil Kyai Sahal lahir di Cilacap tepatnya tanggal 21 Juli 1945, ayah beliau bernama KH. Muhammad Minhajul Adzkiya bin KH. Abdulloh Asro yang beristrikan ibu Ny. Siti Nur Jauharotutauhidiyah binti Mbah Kurdi Petanahan Kebumen.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
4.2 Karier
4.2 Karya-karya beliau
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muhammad Sahal Adzkiya atau akrab dipanggil Kyai Sahal lahir di Cilacap tepatnya tanggal 21 Juli 1945, ayah beliau bernama KH. Muhammad Minhajul Adzkiya bin KH. Abdulloh Asro yang beristrikan ibu Ny. Siti Nur Jauharotutauhidiyah binti Mbah Kurdi Petanahan Kebumen. Jadi, Silsilah Kyai Sahal berasal dari Kebumen, Kyai Sahal merupakan putra ke 9 dari 12 bersaudara.
1.2 Riwayat Keluarga
Kyai Sahal mukim pada tahun1972 dan langsung menikah dengan wanita shalihah bernama Nyai. Khozanah dan dikaruniai 7 anak; 3 laki-laki
dan 4 perempuan sebagai berikut:
- Uswatun Hasanah
- Umi Sa’adah
- Ahmad Ubaidillah
- Ahmad Usamatuddin Makky
- Siti Nur Jauharotut Tauhidiyah
- Sitta Umdatul Millati
- M Ulul Azmi
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Kyai Sahal mulai menempuh pendidikan di SR (Sekolah Rakyat) atau setingkat dengan SD (Sekolah Dasar), pada saat kelas 6 SR Kyai Sahal
pindah belajar di daerah Wonosobo sampai SMP kelas 2. Pada saat naik kelas 2 Kyai Sahal pindah ke Jawa Timur tepatnya tahun 1959 untuk meneruskan belajar, dan Kyai Sahal mondok di daerah Bendo Pare Kediri dibawah asuhan KH. Khayatul Makki.
Kyai Sahal mondok tidak hanya mondok namun juga meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi sampai mendapat gelar B.A. Selain mondok di bendo Kyai Sahal juga menempuh pendidikan di perguruan tinggi tepatnya di IAIIT Tribakti Kediri jurusan Syariah.
2.2 Guru-Guru:
- KH. Khayatul Makki
- KH. Mustholih Badawi Kesugihan
- KH. Hisyam Zuhdi
3. Penerus Perjuangan
3.1 Anak
KH. Ahmad Ubaidillah
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
Berawal dari kegiatan rutinan mengaji di Masjid Baitul Muttaqin Desa Welahan Wetan. Pengajian rutin itu utamanya digelar ba'da magrib dan sudah berlangsung lama. Dalam pengajian itu, diikuti oleh banyak santri yang dari jauh, sehingga ada yang tinggal dan menginap di masjid.
Dengan mempertimbangkan hal itu, akhirnya muncul gagasan untuk mendirikan pondok pesantren. Saat itu, berkumpulah tokoh agama dan masyarakat, berikut takmir Masjid Baitul Muttaqin Desa Welahan Wetan guna melakukan ikhtiar dan pembahasan.
Dalam pembahasan itu lahir kesepakatan untuk mendirikan Pondok Pesantren Raudlatul Huda dengan lokasi di samping mas
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

