KH. Nuruddin Amin atau yang akrab disapa Gus Nung lahir di Jepara, 7 Agustus 1967. Beliau dibesarkan dalam lingkungan Nahdliyin yang kental. Ayah beliau bernama KH. Amin Sholeh, seorang tokoh Nahdlatul Ulama yang mempunyai pengaruh yang kuat di masyarakat. KH. Amin Sholeh pernah menjabat sebagai Rois Suriah PWNU Jawa tengah dan seorang pendiri Pondok Pesantren Hasyim Asyari Bangsri.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
4.2 Karier
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Nuruddin Amin atau yang akrab disapa Gus Nung lahir di Jepara pada tanggal 7 Agustus 1967. Beliau dibesarkan dalam lingkungan Nahdliyin yang kental, ayah beliau bernama KH. Amin Sholeh, seorang tokoh Nahdlatul Ulama yang mempunyai pengaruh yang kuat di masyarakat. KH. Amin Sholeh pernah menjabat sebagai Rais Suriah PWNU Jawa tengah dan seorang pendiri Pondok Pesantren Hasyim Asyari Bangsri.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Nuruddin Amin menikah dengan seorang wanita sholehah bernama Nyai Hj. Hindun Anisah, dari pernikahan itu dikaruniai beberapa anak.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Pada saat belia, beliau belajar pada pagi hari di SDN (Sekolah Dasar Negeri Bangsri), SMP Negeri hingga SMA Negeri Bangsri, Jepara, dan pada sore harinya ia belajar agama di Madin (Madrasah Diniyah) di kampungnya, serta pada malam harinya belajar agama di pesantren ayahnya sendiri, yaitu Pondok Pesantren Hasyim Asyari, Bangsri.
KH. Nuruddin Amin belajar agama kepada ayahnya sendiri, santri senior dan para ustadz di pesantren tersebut, mulai dari baca Al-Qur'an, tajwid, aqidah, ibadah, fiqih, akhlak, dan nahwu shorof, serta bahasa Arab, dan kitab-kitab kuning lain yang telah menjadi tradisi di semua pesantren salafiyah di Indonesia.
Setelah lulus SMA, beliau mondok untuk ngaji di Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Gaten, Yogyakarta, selama 2 tahun, sambil kuliah di program studi di Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada tahun 1986. Menjelang akhir kuliah, beliau pindah ngaji di Pondok Pesantren Minhajul Muslim, dekat kampus IAIN, sebelah Selatan sekitar 100 meter. Pondok Pesantren ini dipimpin oleh KH. Abu Tauhid,
seorang dosen dan dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga periode tahun 1982-1986.
Setelah itu, beliau pindah ngaji di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta pada tahun 1998 hingga 2002. Sebagaimana telah diketahui bahwa pesantren ini dipimpin oleh seorang kyai yang sangat popular secara nasional dan internasional, yaitu KH. Ali Maksum, seorang Ketua Syuriah PBNU periode tahun 1986-1990.
2.2 Guru-Guru
1. KH. Amin Sholeh
2. KH. Abu Tauhid
3. KH. Ali Maksum
3. Penerus Perjuangan
3.1 Anak-anak
1. Mohammad Arif Arafat
2. Danial Fayat
3. Ahmad Levi Samahat
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mengasuh Pesantren
Sejak wafatnya ayahanda KH.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

