Habib Abdullah Bin Ali Al-Haddad Keramat Bangil merupakan ulama Nahdlatul Ulama.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil Habib Abdullah Bin Ali Al-Haddad Keramat Bangil
- Kelahiran
- Wafat
- Keluarga
- Pendidikan
- Guru-Guru
- Murid-Murid
- Mendirikan Majelis Taklim
- Karomah
- Chart Silsilah Sanad
- Referensi
1. Kelahiran
Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad lahir di Bondowoso, Jawa Timur. Beliau merupakan putra dari Habib Muhammad bin Ahmad Al-Mukhdar.
2. Wafat
Habib Abdullah bin Ali Al-Haddad wafat pada hari Jum’at, 15 Shofar 1331 H, sesudah melaksanakan shalat Ashar. Jenazah beliau dimakamkan dekat mushollahnya yang terletak di daerah Sangeng Kramat, Bangil.
3. Keluarga
Habib Abdullah sewaktu tinggal di Johor selama 4 tahun sempat menikah dengan keluarga Al Syahab, namun istrinya wafat tak lama setelah menikah.
Pada tahun 1291 H beliau menikah dengan Syarifah Aisyah binti Hamid bin Alwi Al Hamid di Tarim. Dari perkawinannya itu beliau dikaruniai 5 orang anak, yaitu Alwiyah, Nur, Fatimah, Muznah, dan Hasan.
Akhirnya pada bulan Syawal 1301 H/1903 M tinggallah beliau di kota Bangil, Jawa timur. Di sinilah akhirnya beliau memutuskan untuk tinggal dan berda’wah Islam. Kemudian tanggal 27 Jumadil Awwal 1302 H/1903 M beliau menikah dengan Syarifah Maryam binti Ali Al Aydrus (seorang istri yang sangat taat beribadah kepada Allah, berbakti kepada suaminya dan selalu membasahi lidahnya dengan berdzikir kepada Allah SWT serta bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW). Dalam pernikahannya, beliau dikaruniai 4 putri dan 6 putra, diantara adalah:
- Habibah Alwiyah
- Habibah Nur
- Habibab Fatimah
- Habibah Muznah
- Habib Hasan
- Habib Muhammad bin Abdullah Al Haddad
- Habib Ahmad bin Abdullah Al Haddad
- Habib Ali bin Abdullah Al Haddad, seorang yang alim dan sabar.
- Habib Hamid
- Habib Umar
4. Pendidikan
Sejak kecil beliau mendapatkan pendidikan langsung dari kedua orangtuanya. Hal itu memang sudah menjadi suatu ciri para ulama salaf Bani Alawi, yang kebanyakan dari mereka semenjak kecil didikan langsung oleh orangtua-orangtuanya.
Beliau dibesarkan dalam keluarga yang akrab dengan nuansa kenabian, kewalian dan keilmuan. Beliau mendapat bimbingan membaca, mempelajari dan menghafal Al-Qur'an dari ayahandanya Al 'Alamah Habib Ali bin Hasan Al-Haddad, sehingga alam pikirannya selalu terpaut dengan Al-Qur'an.
Menjelang dewasa, beliau meneruskan study di kota kelahirannya, Tarim. Di sanalah beliau mengenyam beberapa cabang ilmu, seperti tafsir, fiqih, hadits dll dari para ulama terkemuka. Guru-gurunya antara lain Mufti Habib Al 'Allamah Abdurrahman Al-Masyhur (pengarang kitab Bughayat al-Mustarsyidin), Habib Umar bin Hasan Al-Haddad di Ghurfah, Habib Idrus bin Umar Al-Habsyi di Sewun, Habib Muhsin bin Alwi Assegaf, dan Habib Muhammad bin Ibrahim Bilfaqih.
Pada tahun 1281 H / 1860 M, beliau meninggalkan kampung halaman menuju kota Do'an dan Gidun untuk berguru kepada beberapa ulama, seperti Habib Thohir bin Umar Al-Haddad dan Syekh Muhammad bin Abdullah Basuwaidan. Kepada mereka, Habib Abdullah mempelajari kitab Minhaj Al-Thalibin karya Imam Nawawi.
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

