Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf (Pendiri Ar-Rabithah Al-Alawiyyah)
✓ Terverifikasi Tim Riset

Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf (Pendiri Ar-Rabithah Al-Alawiyyah)

lahir 1879 M · 17.718 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaff merupakan ahli nasab, wartawan, satrawan, dan juga guru bagi banyak orang.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf

1.1  Lahir
1.2  Wafat

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf

2.1  Guru-guru Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf

3.  Perjalanan Hidup dan Dakwah Habib Sholeh bin Muhammad bin Ali Mauladdawilah

3.1  Perjalanan Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf di Indonesia
3.2  Pengalaman Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf Memimpin Madrasah
3.3  Mendirikan Ar-Rabithah Al-Alawiyyah
3.4  3.4 Karya-karya Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf

4.  Keteladanan Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf

5.  Referensi

 

1. Riwayat Hidup dan Keluarga Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf

1.1 Lahir

Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf sendiri lahir pada tahun 1299 H (1879 M) di kota As-Shihr, Hadramaut.

1.2 Wafat

Pada 1950 beliau berniat meninggalkan Indonesia menuju ke Hadramaut. Tepat pada hari Jumat, 22 Jumadil Awwal 1369 H beliau berangkat dari Jakarta, dengan mempergunakan kapal laut dari pelabuhan Batavia. Namun Allah SWT telah menentukan umurnya, tepatnya Selasa 26 Jumadil Awal 1369 H beliau berpulang ke haribaan-Nya. Setelah diadakan upacara keagamaan seperlunya di atas kapal, pada hari Kamis, 28 Jumadil Awal 1369 H, jenazahnya kemudian dimakamkan di laut lepas, sebelum memasuki pelabuhan Medan. Yang sangat disayangkan, banyak karya Habib Ahmad yang belum sempat dibukukan juga ikut hilang dalam perjalanan itu.

2. Sanad dan Pendidikan Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf

Semenjak Kecil beliau diasuh dan dibimbing oleh kedua orang tua beliau. Ketika umurnya menginjak usia 4 tahun, beliau dibawa oleh kedua orang tuanya menuju ke kota Seiwun, saat itu terkenal sebagai kota ilmu yang menghasilkan banyak ulama besar dan shalihin. Di kota itu, beliau mempelajari ilmu ushuludin, fiqh, tata bahasa, sastra dan tasawuf.

2.1 Guru-guru Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf

  1. Habib Abdullah bin Muhsin Assegaf (Ayahanda Habib Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf)
  2. As-Sayyid Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur
  3. Syekh Saleh
  4. Syekh Salim Bawazier
  5. Syekh Said bin Sa’ad bin Nabhan
  6. As-Sayyid Ubaidillah bin Muhsin Assegaf
  7. Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas
  8. Habib Muhammad bin Salim As-Siri
  9. As-Sayyid Muhammad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf

3. Perjalanan Hidup dan Dakwah Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaf

Semenjak Kecil beliau diasuh dan dibimbing oleh kedua orang tua beliau. Ketika umurnya menginjak usia 4 tahun, beliau dibawa oleh kedua orang tuanya menuju ke kota Seiwun, saat itu terkenal sebagai kota ilmu yang menghasilkan banyak ulama besar dan shalihin. Di kota itu, beliau mempelajari ilmu ushuludin, fiqh, tata bahasa, sastra dan tasawuf.

Tak puas menyerap ilmu di Seiwun, lantas beliau pergi ke Tarim yang saat itu juga dikenal sebagai pusat para ulama besar. Hampir setiap hari, beliau mendatangi majlis-majlis ilmu dan mengadakan hubungan yang akrab dengan guru-guru yang shalih, seperti As-Sayyid Abdurahman bin Muhammad al-Masyhur, Syekh Saleh, Syekh Salim Bawazier, Syekh Said bin Sa’ad bin Nabhan, As-Sayyid Ubaidillah bin Muh

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+