Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Prof. KH. Anwar Musaddad, Pendiri Pondok Pesantren Musaddadiyah Garut, Jawa Barat
✓ Terverifikasi Tim Riset

Prof. KH. Anwar Musaddad, Pendiri Pondok Pesantren Musaddadiyah Garut, Jawa Barat

1910 – 2000 M · 29.782 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Prof. KH. Anwar Musaddad atau yang akrab disapa dengan panggilan Dede Masdiad Lahir pada 03 April 1910  di Garut. Beliau merupakan putra dari pasangan Abdul Awwal dengan Marfuah.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Masa Penjajahan
3.2  Terjun ke Politik
3.3  Mendirikan Pesantren

4.    Karir Beliau 
5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
Prof. KH. Anwar Musaddad lahir pada 3 April 1910 di Garut dengan nama Dede Masdiad. Beliau merupakan putra dari H. Abdul Awwal bin Haji Abdul Kadir yang jika ditilik secara garis nasab beliau merupakan keturunan Syekh Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunung Djati. Ibunya adalah Hj. Siti Marfuah seorang wiraswasta pengusaha batik “Garutan” dan dodol Garut “Kuraesin”.

Dede Masdiad dibesarkan oleh seorang ibu yang lembut dan taat beragama, yang selalu menjadikan Shalat Istikharah sebagai konsultasi kepada Allah dalam menghadapi persoalan. Setelah ditinggal ayahnya pada usia muda, ibunya sendiri yang mengasuhnya dengan penuh kasih sayang.

Meski bukan ayah kandungnya yang membimbing, ayah tirinya juga memiliki kepribadian yang baik. Meskipun tidak dibesarkan di lingkungan pesantren, namun dengan pendekatan cinta dan kasih sayang, Dede Masdiad tumbuh menjadi anak yang mandiri. Selain itu, silsilah keturunannya masih terkait dengan Sunan Gunung Jati, mungkin memberikan pengaruh positif bagi perkembangan pribadinya.

1.2 Keluarga
Prof. KH. Anwar Musaddad menikah dengan Nyai Maskatul Millah, yang akrab dipanggil Nyi H. Rd. Atikah, putri dari KH. Qurthubi dan Hj. Fatimah dari Ciparay. Mereka memiliki banyak anak yang kebanyakan berhasil dalam berbagai bidang.

Anak-anaknya mengungkapkan bahwa beliau menerapkan pendidikan yang disiplin, ketat, dan penuh cinta, dengan memantau dan mengawasi mereka secara berkelanjutan. Keberhasilan pendidikan tersebut terlihat dalam kedisiplinan waktu, ketaatan terhadap aturan agama, dan interaksi hangat antara ayah dan anak. Dari pernikahannya beliau dikaruniai putra-putri di antaranya:

  1. Drs. H. Moch Cholil (Pimpinan Ponpes Nurul Iman Al-Musaddadiyah),
  2. Dra. Hj. Yies Sa’diyah, M.Pd (Dosen IAIN SGD dan STAIM),
  3. Kiki Zakiyah (Almarhumah/meninggal saat masih kecil),
  4. Prof. Dr. Hj. Ummu Salamah, Msi (Dosen UNPAS dan UNIGA),
  5. Hj. Aminah (Anggota DPRD TK I Jawa Barat),
  6. Moh. Salim (Almarhum/meninggal saat masih kecil),
  7. KH Ir. Abdullah Margani (Alm.) (Pendiri STTG dan Pimpinan Pembangunan Kampus),
  8. Hj. Maemunah (Pimpinan Koperasi Bina Hasanah Al-Musaddadiyah),
  9. KH Cecep Abdul Halim, LC (Pimpinan Ponpes Al-Bayyinah, Ketua STAIM),
  10. Dra. Titin Fatimah (Wiraswasta),
  11. KH. Tontowi Jauhari, MA (Pimpinan Ponpes Al-Wasilah),
  12. H. Toha Nur Jamil (Wiraswasta),
  13. Dr. Abdurrahman, DEA (meninggal saat menjabat ketua STTG),
  14. Drs. H. Asep Saepudin (Kepsek SMP-IT Ciledug dan Dosen STAIM),
  15. Hj. Atik Mardiati (Bendahara Yayasan Al-Musaddadiyah),
  16. Ir. H. Bunyamin M.Kom (Dosen STTG).

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+