Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Perilaku di Bidang Tasawuf Warga Nahdlatul Ulama
✓ Terverifikasi Tim Riset

Perilaku di Bidang Tasawuf Warga Nahdlatul Ulama

40.805 kali dibaca · Profil Nahdlatul Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Perilaku di bidang tasawuf menjadi ciri warga Nahdlatul Ulama.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Kaum Ahlussunnah wal Jamaah dalam bidang akhlak atau tasawuf mengikuti dua pemikiran tasawuf yang besar pengaruhnya, yaitu Abu Qasim al-Junaidi dan Imam al-Ghazali. Dalam kitabnya Kimiya’ al-Sa’adah Imam al-Ghazali berkata: “Bahwa tujuan memperbaiki akhlak itu adalah untuk membersihkan hati dan kotoran hawa nafsu dan amarah, sehingga hati menjadi suci bagaikan cermin yang dapat menerima nur cahaya Tuhan”.

Hidup dengan kerohanian (sufi) dalam Islam dimulai dari peri­kehidupan Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya yang utama serta kehidupan para nabi yang terdahulu. Nabi Muhammad pernah bersabda: “Syari’at itu perkataanku, tarekat itu perbuatanku dan hakikat itu adalah kelakuanku”. Dalam ilmu tasawuf dijelaskan bahwa arti tarekat itu adalah jalan atau petunjuk dalam melakukan suatu ibadah sesuai dengan ajaran yang dicontohkan Nabi Muhammad dan dikerjakan para sahabatnya, tabi’in dan tabi’it tabi’in, para ulama, hingga sampai kepada kita.

Jadi orang yang bertasawuf adalah orang yang menyucikan dirinya lahir dan batin dalam suatu pendidikan akhlak (budi pekerti) dengan menempuh jalan (tarekat) atas dasar tiga tingkat, yang menurut imam Abu Al-Qasim al-Junaidi dikenal dengan: takhalli, tahalli dan tajalli, yaitu:

  1. Takhalli
    Yaitu mengosongkan diri dari sifat-sifat yang tercela baik lahir maupun batin, seperti hasud, tamak, takabur, bakhil, khianat, dusta, cinta harta, cinta dunia, riya’, pemarah
    (ghadab), dan lainnya.

  2. Tahalli
    Yaitu mengisi dan membiasakan diri dengan sifat-sifat terpuji seperti takwa, ikhlas, tawakal, sabar, syukur, khusuk, taubat, amanah, ridla, mahabbah (perasaan cinta Allah semata), dan lainnya.

  3. Tajjalli
    Yaitu mengamalkan sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah seperti: shalat sunah, dzikir, puasa sunah,
    khalwat (menyendiri untuk ibadah kepada Allah), dan lainnya.

Pada umumnya kaum sufi mewajibkan dirinya untuk mengamalkan dirinya untuk mengamalkan dzikir kepada Allah. Akibatnya hati mereka selalu tentram, dan Allah memberi jaminan ketenteraman hati kepada orang-orang yang selalu ingat kepada Allah. Kebiasaan hidup para sufi tersebut sebenarnya mengikuti perilaku hidup Nabi Muhammad yang sarat dengan nilai-nilai ibadah dan diikuti pula oleh para sahabat-sahabatnya.

Adapun perilaku Nabi Muhammad sehari-hari yang diikuti oleh sahabatnya itulah yang menjadi aspek-aspek tasawuf, antara lain:

  1. Hidup zuhud (tidak cinta keduniawian secara berlebihan)

  2. Hidup qanaah (merasa cukup dengan apa yang ada)

  3. Hidup taat (melakukan perintah Allah dan Rasul-Nya serta meninggalkan segala larangan-Nya)

  4. Hidup istiqamah (konsekuen, kontinyu, dan tetap beribadah)

  1. Hidup mahabbah (sangat cinta kepada Allah dan rasul-Nya lebih dari pada mencintai dirinya sendiri)

  2. Hidup ikhlas (bersedia menjadi penebus apa saja untuk Allah demi mencari ridla-Nya)

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+