Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Perilaku di Bidang Politik Warga Nahdlatul Ulama
✓ Terverifikasi Tim Riset

Perilaku di Bidang Politik Warga Nahdlatul Ulama

11.694 kali dibaca · Profil Nahdlatul Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Perilaku di bidang politik menjadi salah satu ciri warga Nahdlatul Ulama.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Politik adalah satu makna dengan berjuta makna, mulai arti yang paling luas sampai pada arti yang paling sempit. Mulai arti yang paling umum sampai dengan arti yang paling khusus. Semuanya berhubungan dengan kenegaraan, kekuasaan, dan pemerintahan. Seorang petani membayar pajak, berarti dia mendukung kelestarian pemerintahan. Maka dia bisa dianggap melakaukan perbuatan politik. Sebaliknya juga seorang yang tidak mau membayar pajak, maka juga melakukan perbuatan politik.

Politik biasanya diartikan sebagai upaya mengikutsertakan diri atau teman masuk dalam kekuasaan, ikut mengambil keputusan dalam pemerintahan/ kenegaraan, menjadi anggota legislatif, eksekutif, yudikatif, perbuatan-perbuatan yang biasanya dilakukan oleh para politikus meskipun tidak hanya parta politik yang mampu melakukan politik. Pada dasarnya, semua orang yang hidup dalam suatu negara adalah makhluk politik, termasuk warga nahdliyyin.

Nahdlatul Ulama memang dilahirkan tidak sebagai partai politik, namun merupakan kekuatan politik yang berpotensi besar, karena anggotanya yang puluhan juta jumlahnya. Oleh karena itu, semua partai politik selalu ingin mempengaruhi pimpinan Nahdlatul Ulama untuk mendapatlkan kekuasaan politik. Dalam keadaan seperti ini Nahdlatul Ulama dapat memainkan politiknya untuk mempengaruhi partai-partai politik.

Nahdlatul Ulama bermain politik pada tingkat tinggi, tidak hanya sekedar mencari ‘kursi-kursi politik’ tetapi bagaimana para politisi dalam kursi-kursi politik tersebut dapat diarahkan sesuai dengan garis- garis politik Nahdlatul Ulama. Poltik yang dimainkan oleh Nahdlatul Ulama adalah politik kebangsaan dalam arti untuk kepentingan semua anak bangsa, tidak hanya untuk kepentingan suatu kelompok atau golongan.

Sebagai jam’iyyah yang bukan partai politik tetapi merupakan kekuatan politik yang sangat besar, adakalanya Nahdlatul Ulama mengalami kesulitan besar dalam menyalurkan aspirasi politiknya. Dalam sejarahnya Nahdlatul Ulama mempunyai pengalaman tantang cara-cara menyalurkan aspirasi politiknya.

  1. Pada zaman penjajahan Belanda, Nahdlatul Ulama menyembunyikan perbuatan politiknya kecuali dalam hal-hal besar, seperti:

    1. 1)  sikap anti penjajahan, mempersiapkan umat/ rakyat untuk kemerdekaan, disembunyaikannya di pesantren-pesantren.

    2. 2)  menuntut Indonesia berparlemen bersama MIAI (Majlis Islam A’la Indonesaia, gabungan semua organisasi Islam se- Indonesia) dan GAPI (gabungan politik indonesia) supaya pemerintah Hindia Belanda didampingi oleh dewan perwakilan rakyat Indonesia.

    3. 3)  dan lain-lain.

  2. Pada zaman pemerintahan Jepang yang membebaskan semua organisasi rakyat, para tokoh Nahdlatul Ulama bersama-sama dengan tokoh lain, memperlihatkan sikap kerjasama dengan Jepang, supaya dapat terus berhubungan dengan rakyat dan mempersiapkan merebut kemerdekaan.

  3. Pada zaman revolusi fisik, Nahdlatul Ulama bahu membahu dengan semua lapisan masyarakat Indonesia dalam memper- tahankan dan mengsisi kemerdekaan dengan menyalurkan aspirasi politiknya melalui partai Masyumi.

  4. Sesudah revolusi fisik selesai

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+