Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Hasan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Hasan

14.188 kali dibaca · Profil Tokoh

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nama lengkapnya adalah Romo Kyai H. Ahmad Hasan, atau lebih dikenal dengan sebutan Romo Kyai Hasan. Lahir di Tirtoyudo Malang, 01 September 1970 Putra dari H. Syaifuddi Abbas.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Nama lengkapnya adalah Romo Kyai H. Ahmad Hasan, atau lebih dikenal dengan sebutan Romo Kyai Hasan. Lahir di Tirtoyudo Malang, 01 September 1970 Putra dari H. Syaifuddi Abbas. Pendidikan pertama beliau di Madrasah Ibtida’iyah dan MTs Sunan Giri (MI/MTs Fathul Ulum Sekarang) Gadungsari.

Selama masa MTs inilah jiwa spiritulitasnya mulai muncul, beliau tidak lepas melakukan shalat malam dan puasa Senin – Kamis, dan beliau mulai senang melakukan tabarruk ke tempat para ulama’, diantaranya kepada Kyai Makhrujen Pasirian - Lumajang. Setiap malam rabu beliau rutin sowan kepada Kyai Makhrujen di Pasirian.  Di Pasirian beliau berkhidmat dengan istiqomah menimba air mandi untuk Kyai Makhrujen kemudian mengikuti istighosah rutinan malam rabu.

Begitulah rutinas istiqomah beliau di Pasirian. Keadaan tersebut menimbulkan perhatian dan kasih sayang dari Sang Kyai kepada beliau, sampai akhirnya beliau diberi hadiah kopyah/peci yang dipakai oleh Kyai Makhrujen ketika tabarruk / ziaroh ke tempat para wali. Setelah tamat dari Madrasah Tsanawiyah beliau melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin di bawah asuhan Kyai Muslim.

 Sambil mondok beliau sekaligus melanjutkan pendidikan  menengah di SMEA PGRI Turen. Selama di Pondok Ittihadul Muslimin Turen beliau banyak menghabiskan waktunya untuk mendalami pelajaran agama baik ilmu alat, fiqh, hadits, tafsir, dan lainnya.

Setelah 4 tahun mengenyam pendidikan agama di Itthadul Muslimin sekaligus setelah merampungkan pendidikan menengah di SMEA PGRI Turen, tepatnya pada tahun 1987 beliau ke Surabaya untuk bekerja di salah satu perusahaan swasta di Surabaya. Sambil bekerja beliau tetap sibuk dengan mencari ilmu. Tepatnya di Kelurahan Sidosermo beliau ngaji kepada KH. Imam Hambali, di sana beliau belajar tentang ilmu fiqih.

Dan pada tahun 1993 beliau menikah dengan Ibu Nyai Inayatul Maftuha yang tak lain adalah Putri dari guru beliau Kyai Muslim Pengasuh Pondok pesantren Ittihadul Muslimin Turen. Pada tahun 1994 beliau mendirikan usaha jasa supplier mesin-mesin perusahaan, usaha ini bergerak dalam bidang impor dan diberi nama CV. Hasmaf Control dengan kantor pusat di Kelurahan Sidosermo Surabaya.

Semakin hari perkembangan perusahan semakin pesat dan omzet yang diperoleh perbulannya pun mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini memang dalam satu sisih membawa keuntungan namun sisih yang lain hal ini justru membuat beliau gelisah, khawatir dikarenakan jangan-jangan ini istidroj (pengelulu, bahasa jawa) dari Allah, sehingga semenjak tahun 1995 untuk membentengi hati dari pengaruh duniawi, beliau puasa setiap hari (Pada hari-hari raya dan tasyrik hanya makan dan minum sekedarnya setelah shubuh untuk membatalkan puasa selanjutnya baru makan ketika maghrib). Hal ini berlangsung sampai pertengahan tahun 2003.

Pada tahun 1995 beliau tabarruk dan memperdalam ilmu kepada kepada Abuya Dimyati (Hadrotus Syekh KH. Muhammad Dimyati) di Cidahu Pandeglang Banten, seorang ulama kharismatik yang dikenal sebagai mursyid dan pengamal thoriqot Syadziliyah. Kepada Abuya Dimyati beliau berbai'at thoriqot syadziliyyah dan banyak menimba ilmu tashawuf dari Abuya.

Beliau istiqomah sowan ke Abuya Dimyati 2 bulan sekali dan dijalani selama 3 tahun yaitu antara tahun 1995 sampai tahun 1998. Ada satu kisah suatu hari Romo Kyai sowan kepada Abuya Dimyati, kemudian beliau matur (mengahturkan maksud tujuan,  bahasa jawa) kepada Abuya, " Yai kulo nyuwun didunga'aken supados kulo dados tiang arif billah (Kyai saya minta didoakan supaya saya bisa menjadi orang yang arif billah)", ujar Romo Kyai.

Kemudian Abuya menertawakan apa yang telah dihaturkan oleh beliau dengan kata-kata, "Adohh..adohh...." (Sambil tertawa). Namun ditengah-tengah tertawa seketika itu pula Abuya Dimyati memandang kembali ke arah Romo Kyai dengan pandangan  terkeju

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+