Sekembalinya dari Tanah Suci pada 1962, Tuan Guru Haji (TGH) Turmudzi Badaruddin yang telah bergelar haji mewujudkan mimpinya membangun sebuah Pondok Pesantren di Tanah Lombok. Sejak saat itu, beliau mengajarkan agama kepada para santri dari tingkat dasar atau diniyah hingga ke tingkat perguruan tinggi.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi:
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2,1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
4. Karya-Karya
5. Karir-Karir
6. Kisah bersama Gur Dur
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Tuan Guru Bagu atau yang kerap disapa dengan panggilan Tuan Guru Haji (TGH) Turmudzi Badaruddin lahir pada hari Rabu, 1 April 1936 M atau bertepatan dengan 9 Muharram 1355 H di Bagu. Beliau merupakan putra dari pasangan Tuan Guru Haji Raden Badaruddin dengan Hj. Aminah binti H. Ridwan.
Tuan Guru Bagu adalah anak kedua dari seibu sebapak dan merupakan anak ketiga dari seibu. Saudaranya, yaitu:
1. H. Saharuddin (seibu),
2. Hj. Baiq Syaibah (seibu sebapak),
3. Baiq Sarinah (seibu sebapak),
4. Baiq Mastah (seibu sebapak),
5. Baiq Mukminah (sebapak).
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Tuan Guru Haji (TGH) Turmudzi Badaruddin memulai pendidikannya dengan belajar di bawah asuhan ayahandanya. Ayahnya lah yang pertama kali mengajarkannya Al-Qur’an sampai pada umur lima tahun. Beliau juga diajar mengaji Al-Qur’an oleh pamannya, yakni Haji Semaun sampai khatam. Ayahnya juga yang mengajarkan untuk membiasakannya melakukan kebaikan, seperti selalu diajak ke masjid, shalat berjamaah dan ngaji Al-Qur’an.
Setelah selesai belajar dengan ayahnya, beliau kemudian berguru agama pada seorang tuan guru legendaris di Pulau Lombok, yakni Tuan Guru Shaleh Hambali Bengkel, pendiri Pesantren Darul Qur’an. Di sana, Tuan Guru Turmuzi Badaruddin muda menimba ilmu selama 14 tahun sejak 1944-1958.
Pendidikan agama Tuan Guru Haji (TGH) Turmudzi Badaruddin muda tak hanya berhenti di sana. Setelah tamat dari Pesantren Darul Qur’an, beliau melanjutkan pendidikan agamanya di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, selama enam tahun.
2.2 Guru-Guru
1. Tuan Guru Haji Raden Badaruddin (ayah),
2. Haji Semaun (paman),
3. Tuan Guru Shaleh Hambali Bengkel, Pesantren Darul Qur’an.
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
Sepulang haji, Tuan Guru Haji (TGH) Turmudzi Badaruddin tidak memberitahukan kepada gurunya, Tuan Guru Bengkel bahwa namanya sudah berganti. Tetapi, tertulis di kipas yang beliau hadiahkan kepadanya tulisan Haji Muhammad Turmudzi. Ketika me
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

