Prof. Dr. KH. Maghfur Usman tidak hanya sosok kiai NU Indonesia, tetapi juga intelektual Muslim Indonesia yang mendedikasikan dirinya di negara Malaysia dan Brunei Darussalam. Kiprah intelektualnya sudah jelas bertaraf internasional.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Pengajar di Ma'had Darul Ulum
3.2 Menjadi Dosen di Luar Negeri
3.3 Kiprah di Nahdlatul Ulama
4. Karya-Karya
4. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Prof. Dr. KH. Maghfur Usman lahir pada tanggal 11 Januari 1944 M di Cepu. Beliau merupakan putra dari KH. Usman ulama penyebar ajaran Islam di Cepu, Jawa Tengah dan sekitarnya.
1.2 Keluarga
Prof. Dr. KH. Maghfur Usman menikah dengan seorang pengusaha asal Malaysia dan memiliki delapan anak, sebagian besar anak-anaknya tinggal bersama ibu mereka. Beberapa dari mereka menempuh pendidikan di Amerika Serikat, Malaysia, dan Australia.
Pada tahun 2001, KH. Maghfur kembali ke Indonesia dan menjadi dosen pascasarjana di Universitas Paramadina dan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Di Jakarta, beliau tinggal bersama putranya, Bilal, yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di Australia. Bilal, yang telah menikah dengan seorang gadis dari Bekasi, mendampingi KH. Maghfur di Jatisempurna, Cibubur.
1.3 Wafat
Prof. Dr. KH. Maghfur Usman wafat pada hari Kamis, 17 Mei 2018 pukul 14.30 WIB. Jenazah beliau dimakamkan di Pemakaman Keluarga Jala'an, Padangan, Bojonegoro.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Pendidikan dasar Prof. Dr. KH. Maghfur Usman dimulai di Madrasah Ibtidaiyyah Assalam, Cepu, pada tahun 1955. Assalam merupakan yayasan yang didirikan oleh keluarga besar Kyai Usman dan terdiri dari Pondok Pesantren, Madrasah Ibtidaiyah, SMP, dan SMA.
Setelah lulus dari MI Assalam, Kyai Maghfur melanjutkan pendidikan dengan nyantri di TBS Kudus dari tahun 1956 hingga 1959. Tidak puas di Kudus, ia pindah ke Pesantren Bangilan, Tuban, dari 1959 hingga 1960. Kemudian, Kyai Maghfur nyantri di Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, yang dipimpin oleh ayahnya, Gus Mus, dari tahun 1960 hingga 1964. Setelah itu, ia meneruskan perjalanan intelektualnya di Pesantren Al-Hamidiyah, Kudus, dari tahun 1965 hingga 1968.
Dari Pesantren Al-Hamidiyyah, Kyai Maghfur melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Agama Islam Jurusan Tarbiyah di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 1964 hingga 1967. Tidak puas belajar di Indonesia, ia melanjutkan studi ke Saudi Arabia untuk mengambil S1 Syariah di Fakultas Syariah Universitas Islam Madinah, dan lulus tahun 1973.
Setelah menyelesaikan S1, Kyai Maghfur melanjutkan studi S2 di Fakultas Syariah dan Kajian Islam Universitas King Abdul Aziz, Saudi Arabia, dan lulus tahun 1978. Tidak berhenti di S2, ia melanjutkan studi S3 di Fakultas Syariah dan Kajian Islam Universitas Ummul Qura, Makkah, Saudi Arabia.
2.2 Guru Beliau
KH. Bisri Mustofa
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Pengajar di Ma’had Darul Ul
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

