KH. Misbahul Munir Kholil, M.A Ulama Nahdlatul Ulama Jakarta
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru
2.3 Mendirikan dan Mengasuh Pesantren
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Misbahul Munir Kholil., M.A atau yang kerap disapa dengan Kiai Misbah lahir pada 03 Juni1972 di Probolinggo. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Kholilur Rahman dan Hj. Hafsah.
1.2 Riwayat Keluarga
KH. Misbahul Munir Kholil melepas masa lajangnya dengan menikahi Mamah Mukarromah. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai 3 anak, diantaranya, Azzahra, Ahmad dan Ahmada. Pernikahan dengan istri pertama tidak lama, karena Mamah wafat mendahuluinya. Kemudian, Kiai Misbah menikah lagi dengan Hayati Soehari. Dari pernikahan yang kedua, beliau dikaruniai 3 anak, diantaranya, Rayan Muntajid Billah, Ibrahim, dan Abdullah. Kemudian beliau menikah lagi dengan Shofia Faldora, buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai 3 anak juga, diantaranya, T. Raja Anjalwis, Robiah Adawiyah (Gadis) dan Barka Malika.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Misbah kecil memulai pendidikannya di lingkungan pesantren di bawah didikan dan pengawasan ayahnya, seorang ulama yang membimbingnya dalam dasar-dasar ilmu agama dan pengetahuan. Ayahnya adalah guru pertama yang memberikan fondasi kuat dalam pendidikan agama Misbah. Menginjak remaja, Misbah melanjutkan pendidikannya di Pesantren Sidogiri, di mana ia menerima bimbingan dari berbagai ulama dan guru terkemuka.
Di Sidogiri, Misbah memasuki kelas 5 Ibtidaiyah dan melanjutkan ke jenjang Tsanawiyah selama 3 tahun, di mana ia belajar di bawah bimbingan para ulama ini. Setelah menyelesaikan pendidikan Tsanawiyah, Misbah menjalankan tugas wajib mengajar di Banyualet, Desa Tanah Merah Laok, Bangkalan, selama satu tahun, memberikan pengajaran dasar kepada santri-santri di sana.
Setelah tugas mengajar, Misbah melanjutkan studinya di Aliyah Tarbiyatul Muallimin (ATM) selama 3 tahun di Sidogiri, di mana ia juga diajar oleh para ulama terkemuka. Setelah lulus, ia diberi amanat mengajar selama 2 tahun, mulai dari kelas 1 Tsanawiyah dan kemudian kelas 2 Tsanawiyah.
Selama berada di Sidogiri, Misbah juga aktif dalam berbagai organisasi, seperti Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIM), Jamiyatul Muballighin (Jamub), dan Himpunan Santri Daerah Probolinggo (Hisdap). Aktivitas ini membantunya mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan dakwah.
Pada tahun 2016, Misbah melanjutkan studi S2 di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta, mengambil Program Studi Magister Ilmu Agama Islam. Di UNUSIA, ia memperoleh bimbingan dari dosen-dosen terkemuka, memperdalam ilmu agama Islam dan mengembangkan wawasan keilmuannya.
2.2 Guru-Guru
Beberapa guru yang berperan penting dalam pendidikan Misbah remaja di Sidogiri antara lain:
- KH. Ahmad Nahrawi Abdus Salam - Salah satu pengasuh utama di Pesantren Sidogiri, yang dikenal dengan keilmuannya dalam berbagai disiplin ilmu agama.
- KH. Mahrus Aly - Ulama senior yang banyak memberikan pelajaran
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

