KH. Muslih Ilyas Ulama Nahdlatul Ulama Yogyakarta
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Menjadi Pengajar
3.2 Kiprah di Nahdlatul Ulama
3.3 Terjun ke Politik
4. Teladan
5. Chart Silsilah Sanad
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Muslih Ilyas atau yang akrab dengan sapaan Pak Muslih lahir pada tanggal 3 Januari 1958 M di Kediri.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
KH. Muslih Ilyas memulai pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Lirboyo, di sana beliau belajar selama 6 tahun. Setelah selesai, beliau melanjutkan dengan belajar di Pondok Krapyak yang diasuh oleh KH. Ali Maksum.
Selama di Krapyak Kyai Muslih hidup dengan ikut menumpang sebagai tukang memasak (ikut ndalem). Selama beberapa bulan di Krapyak dengan hanya ikut mondok beliau merasa waktunya banyak terbuang, mengingat pengajian hanya dilakukan sore, malam dan pagi hari. Sehingga beliau memberanikan diri sowan kepada KH. Ali Maksum untuk sekolah lagi.
“Meh mlebu kelas piro? (Mau masuk kelas berapa?)” tanya KH. Ali.
“Kelas setunggal tsanawiyah,” jawab Kyai Muslih kala itu. Kemudian KH. Ali tidak menjawabnya.
Keesokannya ketika Kyai Muslih bertemu lagi dengan KH. Ali,
“Wes koe entuk sekolah maneh tapi ora keno mlebu kelas siji tsanawiyah” (Sudah kamu bisa sekolah lagi tapi tidak boleh masuk kelas satu tsanawiyah).
Setelah berkata seperti itu, KH. Ali memberikan beberapa tumpukan kitab pada Kyai Muslih dan menyuruhnya membaca sambil mengatakan dan menganjurkan Kyai Muslih untuk masuk kelas satu atau kelas dua Aliyah (setingkat SMA). Kyai Muslih kala itu merasa mudah duduk di kelas satu karena pelajaran yang dikaji memang pernah dipelajari sebelumnya, mengingat di Lirboyo beliau juga belajar sampai Aliyah.
Akhirnya Kyai Muslih berhasil menamatkan Pendidikan SMA nya di Madrasah Aliyah Krapyak dan melanjutkan pendidikannya di IAIN Sunan kalijaga Yogyakarta (sekarang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) setelah rehat sehabis lulus Aliyah dan dirasa banyak membuang-buang waktu jika hanya di Pondok. Akhirnya keputusan untuk kuliah diambil setelah memikirkan banyak pertimbangan. Diantara yang menjadi pertimbangan adalah biaya masuk kuliah yang waktu itu sebesar Rp. 35.000,-
Akhirnya diputuskan Kyai Muslih untuk pulang ke rumahnya di Kediri. Beliau memberanikan diri meminta uang pada orang tuanya untuk membayar kuliah, akan tetapi tidak semudah itu beliau memutuskan untuk meminta uang, karena hidupnya memang sudah dibiayai oleh orang tuanya. Sebelumnya Kyai Muslih mengatakan pada ibunya bah
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

