Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Drs. KH. Muhammad Ali Shodiqin
✓ Terverifikasi Tim Riset

Drs. KH. Muhammad Ali Shodiqin

lahir 1973 M · 21.035 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Drs. KH. Muhammad Ali Shodiqin Ulama Nahdlatul Ulama Semarang Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil KH. Drs. Mohammad Ali Shodiqin

  1. Kelahiran
  2. Pendidikan
  3. Keluarga
  4. Metode Dakwah
  5. Kegiatan
  6. Referensi

1. Kelahiran

KH. Drs. Mohammad Ali Shodiqin (Gus Ali) lahir di Grobogan pada hari Jum‟at pon malam Sabtu Wage, tanggal 22 September 1973. Gus Ali adalah putra ke-5 dari 7 orang bersaudara yang lahir dari ayah H. Abdul Rozaq dan Hj. Suliah yang sangat memperhatikan pendidikan agama. Tercatat, seluruh saudaranya yaitu Warti, Kusnaini, Muhammad Rodli, Sumiati, Muhammad Ali Shodiqin, Ali Ghufron, Siti Masruroh tercatat orang-orang yang concern dan setia dalam dakwah Islam.

 

Meskipun kedua orangtua Gus Ali hanya lulusan madrasah ibtidaiyah dengan jumlah anak yang lumayan banyak serta ekonomi yang tergolong menengah ke bawah, masalah pendidikan anak-anak tetap menjadi prioritas utama di lingkungan keluarga. Bagi mereka (kedua orangtua Gus Ali tidak ada alasan untuk tidak memberikan yang terbaik bagi wawasan keilmuan anak-anak mereka. Hal itu dapat terlihat dari prestasi pendidikan yang diraih Gus Ali dan saudara-saudara kandungnya. Dari ketujuh anak mereka, tiga diantaranya berhasil meraih gelar sarjana dan hanya tiga hanya sekolah non formal yakni nyantri di pondok pesantren.

2. Pendidikan

Pengalaman Organisasi dan Prestasi Proses pendidikan Gus Ali tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh anak-anak Indonesia pada umumnya. Diawali dari mengenyam pendidikan di MI (Madrasah Ibtidaiyah) Brati Grobogan lulus tahun 1985, kemudian Gus Ali melanjutkan pendidikannya pada tahun itu juga di Madrasah Tasnawiyah (MTS) Brati Grobogan dan lulus pada tahun 1988. Setelah lulus dari MTS, Gus Ali melanjutkan jenjang pendidikannya di MA (PGA) Mangkuyudan Solo (1991) dan Nyantri di Pesantren Suryani yang di bawah pimpinan KH. Drs. Lukman Suryani dan lulus tahun 1993.

Perjalanan pendidikan Gus Ali berikutnya adalah masuk ke peguruan tinggi yaiitu di Fakultas Syari‟ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo yang dijalaninya sejak tahun 1993 hingga 1997. Selain menimba ilmu di sekolah-sekolah formal, Gus Ali juga memperdalam pengetahuannya yang berkaitan dengan masalah keagamaan.

Pendidikan berbasic agama tersebut diterimanya saat Gus Ali belajar di Madrasah Diniyah (MD) dan Mondok di Pesantren Sendangguwo sampai tahun 1997. Aktifitas keorganisasian tersebut berlanjut manakala Gus Ali belajar di IAIN Walisongo Semarang. Selama hampir tujuh tahun mengenyam pendidikan tingkat tinggi, Gus Ali tercatat aktif di lembaga-lembaga Organisasi mahasiswa yang antara lain 65 di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Di samping memiliki pengalaman organisasi, Gus Ali juga memiliki prestasi. Sejak duduk di madrasah ibtidaiyah, Gus Ali sudah menunjukkan bakatnya di bidang kesenian. Hal itu dibuktikan dengan meraih juara II (dua) lomba Adzan tingkat sekolah Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan.

3. Keluarga

Saat ini Gus Ali bertempat tinggal di salah satu lingkungan pesantren di yang didirikannya, tepatnya di Jl. Supriyadi Gg. Kalicari IV No. 3 Semarang sekaligus menjadi tempat Pondok Pesantren Roudhotun Ni‟mah. Status Ustadz KH. Drs. Mohammad Ali Shodiqin (Gus Ali) menikahi gadis pujaannya yang bernama Deni Widiawati pada tahun 1994 ketika berumur 21 tahun. Dari pernikahannya itu, ia dikaruniai 2 putri dan 1 putra, yaitu Wahyu Amalia Adani (14 tahun), Khalimatus Sa‟diyah (11 tahun), dan Muhammad Alwi Ash-Shidiqy (9 tahun).

Namun, tidak lama dari kelahiran sang bungsu, Gus Ali berpisah dengan sang istri, dan kemudian menikahi wanita asal Demak, yang bernama Luluk Muhimatul Ifadah, sampai sekarang dan keduanya kini t

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+