KH. Ya'qub Hasyim merupakan putra ketiga dari pasangan KH. Hasyim Asy’ari dengan Bu Nyai Masruroh.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil KH. Ya'qub Hasyim
Kelahiran
KH. Ya'qub Hasyim atau dikenal dengan sebutan Gus Ya’qub lahir pada tahun 1366 H atau bertepatan pada tahun 1947 M di Pondok Pesantren Jombang. Beliau merupakan putra ketiga dari tiga bersaudara, dari pasangan KH. Hasyim Asy’ari dengan Bu Nyai Masruroh.
Saudara-saudara beliau diantaranya, Bu Nyai Khodijah Hasyim, Gus Abdul Kadir Hasyim, dan Gus Ya’qub Hasyim.
Gus Ya’qub kecil sudah menjadi yatim, karena sewaktu bayi ayah beliau wafat. Selanjutnya Gus Ya’qub kecil ini diasuh oleh ibunya dan saudara tertua beliau, Bu Nyai Khodijah Hasyim.
Wafat
Gus Ya’qub wafat pada tahun 1998 M atau 1419 H, atau sekitar berumur 51 tahun. Jenazah beliau dimakamkan di pemakaman Masyayikh Tebuireng.
Pendidikan
Gus Ya’qub tumbuh di keluarga yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan agama, karena Pondok Pesantren Tebuireng adalah salah satu sumber ilmu di kala itu.
Hal tersebutlah yang membuat Gus Ya’qub mengabiskan waktunya untuk terus belajar di Tebuireng. Tapi anehnya, cara belajar beliau adalah dengan otodidak, alias beliau banyak membaca dan belajar sendiri.
Karomah
Sejak Kecil Gus Ya’qub sudah memiliki keanehan. Beliau melakukan hal hal yang kurang wajar yang biasa dilakukan oleh manusia pada umumnya.
Gus Zakky Hadzik pernah menuliskan, suatu hari ada seorang santri mendengar Gus Ya’qub membaca kitab di dalam kamar. Ketika dilihat melalui lobang jendela, betapa terkejutnya santri tersebut melihat bahwa Gus Ya’qub sedang sorogan langsung kepada Hadratussyekh Hasyim Asy’ari abahnya yang telah lama wafat.
Kisah lain, sering sekali Gus Ya’qub ketika masih muda terlihat membaca kitab kuning disamping maqbarah abahnya dikomplek Pondok Pesantren Tebuireng. Sepertinya, walau Hadratussyekh sudah wafat, namun jiwa mengajarnya tidaklah pernah padam.
Gus Ya’qub juga sering menyendiri di kamar pojok, sebelah maqbaroh. Dan di dalamnya terdengar suara tanpa rupa. Konon katanya suara tersebut adalah KH. Hasyim Asy’ari, yang sedang mengajari Gus Ya’qub.
Gus Ya’qub itu lebih suka berjalan kemana-mana dengan sepedanya, daripada berdiam diri di rumah. Sehingga keluarga beliau mengkhawatirkan atas diri beliau. Keluarga Ndalem memerintahkan salah satu santri untuk mengikuti kemana Gus Ya’qub pergi.
Sebagai pribadi yang berilmu, beliau memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu yang diperolehnya, oleh karena itu beliau pernah mengajar kitab Bulughul Marom. Menurut sebagian riwayat, jika ada santri yang tidak mengikuti pengajiannya, tidak segan segan beliau menampar santri tersebut.
Diceritakan juga bahwa Gus Ya’qub pernah suatu hari mengajar Bahasa Inggris, padahal kenyataannya beliau tidak pernah belajar bahasa Inggris. Mungkin ini adalah salah satu ilmu laduni, yang tak sembarang orang bisa mendapatkannya.
Ada yang mengatakan bahwa Gus Ya’qub adalah seorang wali jadzab, memang benar pernyataan tersebut. Dalam keseharian beliau, banyak terjadi keanehan dalam perilaku, ucapan, tindakannya
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

