Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Tubagus Muhammad Falak Banten
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Tubagus Muhammad Falak Banten

wafat 1972 M · 36.722 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Tubagus Muhammad Falak atau yang akrab disapa dengan panggilan Abah Falak lahir pada tahun 1842 M, di Pondok Pesantren Sabi, Desa Purbasari Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.2       Menjadi Pengasuh Pesantren

3          Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1       Sosok Wali
3.2       Karomah

4          Teladan

5         Chart Silsilah Sanad

6         Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Tubagus Muhammad Falak atau yang akrab disapa dengan panggilan Abah Falak lahir pada tahun 1842 M, di Pondok Pesantren Sabi, Desa Purbasari Kabupaten Pandeglang, Banten.

Nama kecil beliau adalah Tubagus Muhammad, tetapi ada juga yang mengatakan nama kecil beliau adalah Abdul Halim. Kemudian diubah menjadi Abdul Haris. Sedangkan gelar Falak itu sendiri diberikan oleh gurunya Syaikh Sayyid Afandi Turqi, saat beliau mempelajari Ilmu Khasaf dan Falak (Perbintangan-red.) di Makkah.

Sejak kecil Tubagus Muhammad diasuh oleh orang tuanya, yakni KH. Tubagus Abbas dan Ratu Quraysin. Ayahnya adalah keturunan keluarga Kesultanan Banten, silsilah dari Syaikh Syarif Hidayatullah, sedangkan ibunya Ratu Quraysin merupakan keturunan dari Sultan Banten. Ayah beliau, yakni KH. Tubagus Abbas merupakan seorang ulama besar di Banten, juga merupakan pendiri dan pemimpin Pondok Pesantren Sabi.

Melalui garis keturunan dari Ayahnya. Abah Falak berasal dari keturunan keluarga besar Kesultanan di Banten. Bahkan kalau merujuk kepada silsilah keluarganya, Abah Falak termasuk keturunan salah satu Walisongo yang bernama Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal dengan gelar Sunan Gunung Jati.

1.2 Riwayat Keluarga
Abah Falak menikah dengan Siti Fatimah sosok gadis dari Pegentongan, Bogor. Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai seorang putra yang bernama Tubagus Muhammad Thohir atau yang lebih dikenal dengan Acenk. Dari Tubagus Muhammad Thohir lahirlah beberapa orang cucu dan buyut yang sekarang beberapa di antaranya mengabdi di Pesantren Al-Falak dan sekitarnya. Abah Falak bermukim di pagentongan hingga akhir hayatnya.

1.3 Wafat
Abah Falak wafat pada tanggal 19 Juli 1972 M atau 8 Jumadil Akhir 1392 H, di usianya yang ke-130 tahun. Beliau dimakamkan di areal Komplek Pondok Pesantren Al-Falak yang tidak jauh dari Masjid Al-Falak.

Beliau meninggal karena sakit ringan. Hampir seluruh ulama dan habib termasuk masyarakat di tanah air banyak yang ikut menshalatkan dan mengantarkannya ke tempat pemakaman.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Pendidikan
2.1 Masa Menuntut Ilmu

Abah Falak memulai pendidikan dengan belajar baca tulis Al-Qur’an dan pemantapan Aqidah Islam langsung kepada ayahnya, KH. Tubagus Abbas. Saking cintanya pada ilmu agama, beliau sampai pernah mengembara di usia yang sangat muda yaitu 15 tahun. Abah Falak berguru pada Ulama Banten dan Cirebon untuk menimba dan memperdalam ilmunya.

Pada usia 17 tahun, tepatnya tahun 1857 untuk pertama kalinya Abah Falak berangkat ke Tanah Suci untuk menimba ilmu selama kurang lebih 21 tah

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+