KH. Mas Abdurahman Pandeglang adalah ulama NU.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
DAFTAR ISI
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
2.2 Guru
3. Penerus
3.1 Anak-anak
3.2 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Mendirikan Pesantren
4.2 Karir
4.3 Karya
5. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH Mas Abdurachman bin Jamal Aljanakawi lahir di kampung Janaka, yang terletak di lereng Gunung Haseupan, Distrik Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tempat kelahirannya berada sekitar 17 km ke utara dari kota Menes, dengan sebagian perjalanan menuntut berjalan kaki karena kondisi geografisnya yang terjal. Diperkirakan beliau lahir sekitar tahun 1875 Masehi.
1.1 Riwyat Keluarga
Beliau merupakan putra dari K. Jamal, sosok yang alim dan fanatik beragama, yang mengupayakan agar anaknya memperoleh pendidikan agama yang baik sejak dini. Mengenai nasab atau asal keturunan KH Mas Abdurachman belum tercatat secara lengkap, namun ada indikasi bahwa leluhurnya berasal dari Banten, kemungkinan saat penyerbuan Belanda nenek moyangnya mencari perlindungan di dataran tinggi dan menetap di sana.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Mengemvara Menuntut Ilmu
KH Mas Abdurachman menunaikan ibadah haji dan kemudian memilih bermukim di Mekkah sejak sekitar tahun 1905 Masehi untuk menuntut ilmu. Ia hidup dengan sangat sederhana: tidur di Masjidil Haram, menahan lapar dan tidak punya tempat tinggal tetap. Ia bahkan melakukan pekerjaan seperti menjual kayu bakar demi mencukupi kebutuhan hidup. Namun, semangat dan tawakalnya kuat hingga ia terus belajar selama hampir 10 tahun penuh di Masjidil Haram.
2.2 Guru
Beberapa guru yang ikut membentuk keilmuan beliau di antaranya:
a. Ki Nawawi Al-Bantani dari Tanahhara, ahli tafsir.
b. Ki Achmad Chatib Al-Minangkabau, pakar tasawuf.
Beliau juga mengikuti pengajian dari guru-guru lain yang datang dari Mesir, Mekkah, dan Baghdad.
3. Penerus
3.1 Anak-Anak
KH Mas Abdurachman memiliki tiga istri dan total 15 anak. Rinciannya:
- Istri pertama (Nyi Menot Aminah): 8 anak Emed, M. Khabir/Abeh, Hamid, Nyi Enong, Nyi Eno, K. Abdurachim/Adung, Nyi Mariah, Nyi Bay.
- Istri kedua (Nyi Idjot Khadijah): 4 anak H. Khalid, H. Muslim, Nyi Muslimah, Nahid A.R.
- Istri ketiga (Nyi Enjoh): 3 putri Nyi Zahriah, Nyi Zahra, Nyi Munjiah.
3.2 Murid-Murid
Beberapa generasi penerus dan santri yang menjadi tokoh pejuang pendidikan melalui Mathla’ul Anwar antara lain:
- K.H. Mochamad Ra’is
- K.H. Abdullatif
- K.H. Syafei
- K.H. Uwes Abubakar
- K.H. Syidik
- K.H. M. Juana
- K.H. Sudari
- K.H. Achmad Suhaemi
- K.H. T
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

