KH. Hasyim Ihsan Tremas adalah ulama NU.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil KH. Hasyim Ihsan Tremas
Kelahiran
KH. Hasyim Ihsan lahir pada bulan Juli 1912 M, di Tremas. Beliau merupakan putra dari pasangan KH Ihsan dan Nyai Maryam.
Wafat
KH. Hasyim Ihsan wafat pada tahun 1989. Jenazah beliau dimakmakan di makam gunung Lembu bersama para masyayikh lainya.
Pendidikan
Semasa kecilnya belajar di Tremas sendiri di bawah asuhan para sesepuh, antara lain simbah Nyai Abdulloh (neneknya) dan KH. Muhammad Dimyathi atau Simbah Guru.
Pada tahun 1928 meneruskan belajarnya ke Pesantren Al-Hidayah Lasem di bawah asuhan KH. Ma’sum.
Menjadi Pengasuh
Setelah beberapa tahun kemudian, ia kembali ke Tremas dan diminta membantu mengajar di pesantren Tremas, tetapi satu tahun kemudian ia meneruskan belajarnya ke pesantren Lasem lagi dibawah asuhan kiai Kholil, hingga pada tahun 1934 kembali ke Tremas dan mengajar bersama-sama pengasuh yang lain.
Pada tahun 1948 sampai 1950, Kiai Hasyim menjadi penerangan Agama Islam di daerah Tegalombo, Pacitan. Selanjutnya dipindah ke daerah Arjosari. Dan akhirnya mengajar kembali di pesantren Tremas.
Tugas pokok KH. Hasyim Ihsan dalam mengasuh pesantren Tremas, yaitu mendukung dan memperkuat peran KH. Habib Dimyathi sebagai pimpinan pesantren dan KH. Harits Dimyathi sebagai Ketua Majlis Ma’arif, yang menangani jalanya roda pendidikan di pesantren Tremas.
Peran yang dilakukan oleh KH. Hasyim Ihsan sangat berarti bagi keberlangsungan dan keharuman pesantren Tremas Pacitan. Peran sosial kemasyarakat betul-betul dilakukan olehnya. Terbukti kala itu, pesantren Tremas Pacitan yang didirikan sejak 1830 M itu berjalan dengan seimbang.
Karier
Selain menjadi pengasuh pesantren, Ia juga terjun ke kancah perjuangan kemasyarakatan, dengan menjadi anggota DPR dari salah satu partai nasional kala itu.
Teladan
KH. Hasyim Ihsan dikenal sebagai figur kiai yang lemah lembut dalam bertutur dan bersikap. Ia tidak pernah membedakan status atau kedudukan orang tetentu, semuanya diperlakukan sama. Kasih sayangnya bukan hanya dirasakan di lingkungan keluarga saja, tetapi juga di tengah-tengah para santri.
Wajahnya mencerminkan keteduhan, tidak sedikitpun menampilkan kesan menakutkan, apalagi bertutur kasar. Bahkan ketika berbicara dan berkomunikasi dengan para santrinya, ia selalu menggunakan tata bahasa krama inggil yang baik. Bukan hanya itu, apabila bertutur kata, paring dawuh, sering kata-kata itu membawa petuah. Sikap lemah lembut, tindak tanduk yang tenang dan bersahaja mencerminkan kedalaman dan keluasan ilmunya.
Sosok Ahli Tasawuf
Sebagai pelaku tasawuf yang telah mencapai puncak, sering hanyut di alam ruhani, menjauhkan diri dari dunia lahiriah, mengekang nafsu kebendaan. Agaknya Kiai Hasyim
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

