Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Siroj Garut
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Siroj Garut

1895 – 1970 M · 10.888 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nama Syaikh Siroj Garut sering muncul dalam sanad ulama-ulama Qira’ah al-Qur’an yang berkarir di Makkah, serta dalam catatan sejarah studi qira’at al-Qur’an dan guru besarnya di Makkah pada abad ke-20. Biografi Syaikh Siroj juga sedikit disinggung dalam laman Makkawi Qiblah al-Dunyâ.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1       Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1    Lahir
1.2    Riwayat Keluarga
1.3    Wafat

2       Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1    Mengembara Menuntut Ilmu
2.2    Guru-guru

3       Karier
3.1    Masyâyikh al-Qurrâ di Majidil Haram

4       Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
Syekh Siroj Garut lahir pada tahun 1313 H atau bertepatan pada tahun 1895 M, di Makkah. Beliau merupakan sosok ulama keturunan dari keluarga Sunda asal Garut yang bermukim di Makkah. Dalam reportase Snouck Hurgronje (Mekka in the Latter Part of the 19th Century), disebutkan jika orang-orang Sunda adalah salah satu bangsa Nusantara (Jâwî) yang paling banyak bermukim di Makkah di akhir abad ke-19 M.

1.2  Riwayat Keluarga
Pada 1 Januari 1978, KH. Dimyati Rois menekah dengan Hj. To’ah, putri tunggal dari pasangan KH. Ibadullah dan Hj. Fatimah. Buah dari pernikahannya dikaruniai sepuluh putra-putri, dan membekali putra-putrinya dengan nilai-nilai agama Islam, mengajari putra-putrinya untuk menuntut ilmu dan terus belajar, karena menurut beliau bahwa seseorang tidak akan menjadi pandai tanpa adanya suatu proses pembelajaran.

1.3  Wafat
Syekh Siroj Garut wafat di Makkah pada 26 Rabî al-Awwal tahun 1390 H (1 Juni 1970 M). Selain Syekh Siroj Garut, ada banyak beberapa nama ulama asal Tatar Pasundan yang berkarir di Makkah pada awal abad ke-20 M yang disinggung beberapa buku kesejarahan berbahasa Arab.

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1   Mengembara Menuntut Ilmu
Pada usia 13 tahun, tepatnya pada tahun 1908 M, Siroj remaja memulai perjalanan panjangnya dengan mengunjungi kampung leluhurnya di Garut. Di sini juga memulai petualangannya dalam menimba ilmu di beberapa pesantren di Jawa selama beberapa tahun. Meskipun tidak ada catatan rinci mengenai pesantren mana saja yang dikunjunginya, sejarah mencatat bahwa pada awal abad ke-20, terdapat beberapa pesantren besar di Tatar Pasundan seperti Pesantren Suka Miskin Bandung, Pesantren Gentur Cianjur, Pesantren Cikudang, Pesantren Cibarusah Bekasi, Pesantren Tanara Banten, dan Pesantren Sempur Purwakarta.

Sementara itu, di wilayah Jawa pada masa tersebut, terdapat pula pesantren-pesantren besar seperti Babakan Cirebon, Buntet Cirebon, Darat Semarang, Lasem Rembang, Siwalan Panji Sidoarjo, Tebu Ireng Jombang, hingga Bangkalan Madura. Para ulama pengasuh pesantren-pesantren tersebut rata-rata pernah belajar dan bermukim lama di Mekkah, seperti Syekh Jamil Buntet, Syekh Soleh Darat Semarang, Syekh Dahlan Abdullah Tremas, Syekh Abdul Muhith Sidoarjo, Syekh Baidhowi Ma’shum Lasem, Syekh Hasyim Asy’ari Jombang, Syekh Kholil Bangkalan, dan lain-lain.

Dengan demikian, besar kemungkinan selama berada, belajar, dan bermukim di Nusantara, Siroj remaja menimba ilmu di pesantren-pesantren yang memiliki jaringan intelektual Nusantara-Haramain tersebut. Di pesantren-pesantren inilah mempelajari berbagai bidang ilmu keagamaan Islam, mulai dari tata bahasa Arab, yurisprudensi (fiqih), teologi, tafsir, hadits, dan lain sebagainya.

Setelah beberapa tahun berada di Nusantara,  kemudian kembali ke Mekkah untuk melanjutkan pengembaraan intelektualnya. Di Mekkah,  secara khusus mendalami bidang Qira’ah al-

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+