Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · H. Muhammad Laily Mansur
✓ Terverifikasi Tim Riset

H. Muhammad Laily Mansur

1937 – 1988 M · 10.349 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

H. Muhammad Laily Mansur lahir pada 6 Juni 1937, di Desa Pematang Benteng Alabio, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Beliau merupakan putra terakhir dari tujuh bersaudara, dari ayah yang bernama H. Mansur bin H. Seman bin Abu Kasim, seorang ulama (tuan guru) terkenal di Alabio yang hidup tahun 1845 sampai 1959.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1       Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1    Lahir
1.2    Riwayat Keluarga
1.3    Wafat

2       Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1    Mengembara Menuntut Ilmu
2.2    Guru-guru
2.3    Mengasuh Pesantren

3       Karier

4.      Organisasi
4.1    Salah Satu Pendiri PMII

4       Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
H. Muhammad Laily Mansur lahir pada 6 Juni 1937, di Desa Pematang Benteng Alabio, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Beliau merupakan putra terakhir dari tujuh bersaudara, dari ayah yang bernama H. Mansur bin H. Seman bin Abu Kasim, seorang ulama (tuan guru) terkenal di Alabio yang hidup tahun 1845 sampai 1959.

Saudara-saudara beliau di antaranya adalah Siti Sapura, HM Afenan, Zubaidah, Adawiyah, Salahuddin, Muhammad Ali, dan terakhir Laily Mansur.

1.2 Riwayat Keluarga
Setelah berhasil menempuh pendidikan di Mesir tahun 1967, Laily Mansur kembali ke kampung halaman. Setelah berada di kampung halaman, beberapa bulan kemudian, Laily menikah dengan gadis yang masih tergolong tetangganya, yaitu Siti Asiah puteri KH. Baderun, seorang ulama terkemuka di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang juga mantan Qadli di Amuntai, dan karenanya masyarakat sering menyebut beliau dengan gelar “Tuan Qadli”.

Dari perkawinannya itu, beliau dikaruniai enam orang anak yang terdiri atas tiga putra dan tiga putri yaitu Hadiannor, Muzainah, Irfannoor, Nida Fitria, Mona Rahmawati, dan Ahmad Zaki.

1.3 Wafat
H. Laily Mansur meningal dunia pada hari Selasa tanggal 4 Agustus 1988 sekitar pukul 11.00 WITA siang. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Alkah Kerukunan Warga Amuntai Banjarmasin (KWAB) di Jalan A. Yani km. 22 Banjarbaru.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
H. Muhammad Laily Mansur lahir dari keluarga sederhana dengan ayah yang dikenal sebagai ulama, H. Mansur. Meskipun menghadapi kesulitan ekonomi, semangat Laily untuk menuntut ilmu tidak pernah surut. Keterbatasan finansial tidak menghalanginya untuk mencari ilmu, baik di kampung halaman maupun di luar daerah.

Pendidikan Awal
Pendidikan formal Laily dimulai di Sekolah Rakyat di kampungnya pada usia enam setengah tahun. Selama enam tahun, ia belajar dengan tekun hingga menamatkan sekolah tersebut pada tahun 1952. Setelah itu, Laily melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Islam Pertama (SMIP) di Alabio.

Pendidikan Menengah
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMIP, Laily memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke Jawa meskipun dana dari orang tua sangat terbatas. Berkat dukungan dari anggota keluarga dan masyarakat sekitar yang berkemampuan, ia berhasil mewujudkan keinginannya tersebut. Laily berangkat ke Semarang dan melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas Bagian C (ekonomi).

Pendidikan Tinggi
Pada tahun 1958, Laily meneruskan pendidikannya di Fakultas Hukum Islam atau Kuliyatul Qadla di UNU Surakarta. Selama masa studinya di UNU Surakarta, beliau turut menorehkan sejarah sebagai salah satu dari 13 pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Pada tahun 1962, H. Muha

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+