Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Dimyati, Pendiri Pesantren Daarul ‘Uluum, Bogor
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Dimyati, Pendiri Pesantren Daarul ‘Uluum, Bogor

lahir 1955 M · 14.448 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Pada tahun 1982, KH. Ahmad Dimyati menikah dengan Nyai Hj. Sa’diyah, BA yang sama-sama kuliah di IAIN Serang. Nyai Hj Sa’diyah adalah putri dari KH. Elon Syuja’i pendiri Pesantren Asy-Syujaiyah, Bantar Kemang, Bogor.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengajar
3.2  Menjadi Pengasuh Pesantren
3.3  Pembimbing Jamaah Haji
3.4  Mendirikan Pesantren

4.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Ahmad Dimyati lahir pada 12 Februari 1955, di Kampung Bauwan, Serang, Banten. Beliau merupakan putra dari pasangan bapak Nurhalim bin Ilyas, seorang pedagang daging sapi dan kerbau dengan Ibu Siti Mardiyah binti Nawiyah, seoran ibu rumah tangga biasa.

KH. Ahmad Dimyati adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara. Kakak-kakaknya adalah:

  1. Atiyah (almh),
  2. H. Damanhuri,
  3. A Sanusi (alm),
  4. Halimah,
  5. Hj Juwairiyah
  6. Hj Qibtiyah.

1.2 Keluarga
Pada tahun 1982, KH. Ahmad Dimyati menikah dengan Nyai Hj. Sa’diyah, BA yang sama-sama kuliah di IAIN Serang. Nyai Hj Sa’diyah adalah putri dari KH. Elon Syuja’i pendiri Pesantren Asy-Syujaiyah, Bantar Kemang, Bogor.

1.3 Wafat
KH. Ahmad Dimyati meninggal dunia pada tahun 1998, meninggalkan tujuh orang putra-putrinya. Kini Pesantren Daarul ‘Uluum Lido dikelola oleh putra-putri dan menantunya dan terus berkembang menjadi pesantren yang maju dengan jumlah santri mencapai 1900-an orang pada tahun 2016.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Tahun 1966, ketika Kyai Ahmad Dimyati duduk di kelas 4 SD, ayahndanya berpulang ke rahmatullah. Selajutnya, karena keadaan ekonomi yang kekurangan, oleh ibunya, Kyai Ahmad Dimyati diserahkan pengasuhannya kepada salah satu kakaknya yaitu Hj. Juwairiyah. 

Setelah beberapa lama tinggal bersama kakaknya, beliau dibawa oleh KH. Ahmad Rifa’i Arief ke Pondok Pesantren Daar El-Qolam, dan mengaji kepada Ustad Sukarta. Selama belajar di Pesantren Daar El-Qolam, Ahmad Dimyati termasuk santri yang paling berprestasi. Sejak kelas 1 sampai 6, beliau selalu menjadi juara kelas. Kemampuannya yang paling menonjol adalah dalam bidang nahwu dan Bahasa Arab. Oleh sebab itu, beliau menjadi santri kesayangan KH. Ahmad Rifa’i Arief. 

Pada tahun 1976, Kyai Ahmad Dimyati lulus sebagai alumni ke-3 Pondok Pesantern Daar El-Qolam. KH. Ahmad Rifa’i memintanya untuk mengabdi di almamaternya. Saat masa pengabdian itu juga, beliau melanjutkan proses studi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Serang, dengan beasiswa dari Pesantren. Tahun 1980, beliau lulus dari IAIN Serang sebagai Sarjana Muda.

2.2 Guru-Guru

  1. Ustad Sukarta,
  2. KH. Ahmad Rifa’i Arief.

3. Perjalanan Hidup dan dakwah

3.1 Menjadi Pengajar
Sejak menikah, KH. Ahmad Dimyati hampir setiap hari bolak-balik Serang-Bogor. Pagi hari ba’da subuh, beliau mengajar di Pesantren As-Syuja’iyah B

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+