Imam Abul Hasan Syadzili Ulama Muslim Maroko Mesir Tarekat Syadziliyah
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Nasab
1.3 Wafat
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-Guru Beliau
3 Penerus Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Karya
4.1 Karya-karya Beliau
5 Tarekat Syadziliyah
6 Karomah
7 Untaian Nasehat
8 Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Abul Hasan Syadzili dilahirkan di desah Ghamarah, Maroko, pada tahun 593 H. Nama kecil Syeh Abul Hasan Asy Syadzili adalah Ali, gelarnya merupakan Taqiyuddin, nama populernya merupakan Asy Syadzili. Beliau tinggal di desa Syadzilah. Oleh karena itu, namanya dinisbatkan kepada desa tersebut walaupun ia tidak berasal dari desa tersebut.
1.2 Nasab
Abu Hasan Asy-Syadzili: Abul Hasan, bin Abdullah Abdul Jabbar, bin Tamim, bin Hurmuz, bin Hatim, bin Qushay, bin Yusuf, bin Yusya', bin Ward, bin Baththal, bin Ahmad, bin Muhammad, bin Isa, bin Muhammad, bin Hasan, bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah binti Rasulullah SAW.
1.3 Wafat
Beliau wafat saat hendak berangkat menunaikan ibadah haji bulan Dulqa'dah tahun 656 H dimakamkan di Mesir, yaitu di daerah Humaitsara dekat pantai Laut Merah.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Mengembara Menuntut Ilmu
Imam Abul Hasan Asy-Syadzili menghafal Al-Qur'an dan mulai mempelajari ilmu syari'at. Kemudian dia pergi ke Kota Tunis ketika masih sangat muda.
Beliau masuk ke Tunisia jalan menuju ke Baitul Haram, setelah itu beliau menuju Irak di Kota Baghdad bertemu dengan beberapa 'ulama tasawuf, dan beliau bertanya tentang seorang qutub. Yaitu manusia yang mengumpulkan semua keutamaan dalam kedekatannya dengan Allah subhaanahu wa ta'aalaa. Ini adalah seorang wali yang memiliki keilmuan besar, serta memiliki kedudukan yang amat besar yang dipandang oleh Allah di setiap zaman.
Ketika masuk ke Irak beliau bertanya tentang seorang wali Qutub yaitu Abdul Fath al-Watsi. Beliau bertemu dengan syeikh tersebut. Namun Imam Abul Hasan asy-Syadzili disarankan kembali ke negerinya. Akhirnya beliau kembali ke negerinya dan menemukan seorang wali Qutub bernama Syeikh Abdussalam Ibnu Masyis. Beliau seorang Syarif (keturunan Rasulullah SAW ). Beliau terkenal dengan Shalawat Masyis.
Syekh Abdussalam Ibnu Masyis makamnya ada di Maroko. Saat beliau mendatangi Syekh Abdussalam yang tempat tinggalnya di gunung beliau melepaskan semua ilmunya karena ingin mendapatkan ilmu dari syeikhnya.
Sang Syeikh mengatakan Marhaban dan beliau sebut nasabnya sampai ke Rasulullah sh
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

