Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Imam Abu Madyan
✓ Terverifikasi Tim Riset

Imam Abu Madyan

1115 – 1198 M · 8.749 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Imam Abu Madyan Ulama Muslim Spanyol Aljazair Maroko

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru Beliau

3          Penerus Beliau
3.1       Murid-murid Beliau

4         Karya
4.1      Karya-karya Beliau

5         Karomah
5.1      Syeikh Abu Madyan Ikut Perang Salib 
5.2      Minum Susu Kijang

6         Untaian Nasehat

7         Referensi

1.      Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir

Imam Abu Madyan lahir di kota Qunthiyanah Sevilla Andalusia pada tahun 509 H. Pernah menempuh pendidikan di kota Fez Maroko, dan menetap di kota Bejaia.

1.2      Wafat

Abu Madyan wafat di Tilmisan, Al-Jazair, dalam perjalanan ke Bijayah pada 594 H, makam Beliaupun juga banyak dikunjungi orang

2.      Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1       Mengembara Menuntut Ilmu

Mula-mula beliau menuju ke Tanja (Tangier-Maroko) tanpa bekal apapun sebab Abu Madyan kabur dari rumah. Setiap merasa lapar dia pergi ke pantai memancing ikan. Di sana dia bertemu dan dijamu oleh seorang nelayan yang mengeluarkan ucapan sangat menggugah dan merubah alur hidupnya “pergilah ke kota agar kamu bisa belajar ilmu agama. Sebab Allah tak bisa disembah tanpa ilmu.”   

Ucapan ini menusuk ke hati Abu Madyan dan menyadarkannya tentang pentingnya ilmu. Karena di Tangier tak menemukan apa yang dicari, maka beliau memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Sabtah kemudian ke Marakish (Maroko). Di sana dia sempat bergabung dengan barisan tentara untuk membela islam.

Namun panggilan hatinya bukan meniti karier sebagai tentara. “Mereka terlalu banyak menuntut dan merampas hak-hak dan ambisiku,” demikian sesal Abu Madyan. Beliau kemudian melanjutkan perjalanan ke Fes (Maroko). Semua perjalanan ini dilaluinya dengan berjalan kaki. Fes masa itu adalah kota ilmu dengan masjid agung Qarawin sebagai tempat ibadah sekaligus penyebaran ilmu dan kaderisasi ulama.

Saat Abu Madyan sampai di Fes (549 H). Beliau bergabung dengan para pencari ilmu dari berbagai penjuru daerah. “Saya tinggal di masjid kota Fes; belajar wudhu dan shalat.”

Tapi beliau mengeluh, “Saya tak bisa memahami pelajaran para syeikh sama sekali.”

Bisa jadi karena keterbatasan pondasi ilmu yang dibawanya atau karena memang belum dibuka oleh Allah. Pada masa itu setiap seikh membuka kelas bebas di masjid, jenjang pendidikannya menurut kitab yang dibaca. Tidak formal seperti saat ini.

Sampai kemudian beliau dipertemukan oleh Allah dengan Abu Al-Hasan bin Hirzihim, yang menjadi syeikh al-futuh (guru pembuka hati) baginya. Abu Al-Hasan bin Hirzihim sendiri seorang tokoh terkenal dalam dunia tasawuf karena pengalaman unikn

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+