Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Imam Al-Bulqini
✓ Terverifikasi Tim Riset

Imam Al-Bulqini

1362 – 1421 M · 23.097 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Salah satu ulama yang sangat masyhur di kalangan mazhab Syafi’iyah adalah Imam Jalaluddin al-Bulqini. Ia tidak hanya sebagai figur ulama yang sangat alim,

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi Imam Al-Bulqini

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.1       Guru Beliau

3.         Teladan
3.1       Sosok yang Haus Keilmuan dan Luhur Etikanya

4.         Karamah Beliau

5.         Karya Beliau

6.         Chart Silsilah Sanad

Laduni.ID, Jakarta - Salah satu ulama yang sangat masyhur di kalangan mazhab Syafi’iyah adalah Imam Jalaluddin al-Bulqini. Ia tidak hanya sebagai figur ulama yang sangat alim, akan tetapi juga salah satu ulama yang memiliki jasa besar dalam perkembangan Islam, khususnya ilmu tafsir dan Fiqih. Bahkan, Al-Bulqini merupakan orang pertama yang berhasil mengkodifikasiakan ilmu tafsir, sebelum kemudian muncul berbagai variasi ilmu tafsir dengan sitem dan cara penulisan yang bermacam-macam.

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir

Lahirnya Al-Bulqini menjadi salah satu awal keemasan dan perkembangan Islam. Hal itu ditandai dengan cara berpikirnya yang luas dan sesuai dengan keadaan dan zaman. Solusi yang ia berikan sangat sesuai dengan kebutuhan umat. Misalnya, ketika umat Islam kehilangan cara yang benar untuk memahami Al-Qur’an, ia datang sebagai revolusioner untuk menyelamatkan mereka dari berbagai kesalahan memahami dan menafsirkan firman Allah swt tersebut.

Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Umar bin Ruslan bin Nashir bin Shalih bin Abdul Khalik bin Abdul Haq Jalaluddin al-Mishri al-Bulqini. Ia dilahirkan di desa Bulqina, salah satu desa yang terletak di kota Mesir. Menurut salah satu riwayat, Al-Bulqini dilahirkan pada tanggal 15, tahun 763 H, ada juga yang mengatakan, ia dilahirkan pada bulan Jumadal Ula tahun 762 H, dan ada yang mengatakan pada tahun 763 H.

1.2       Wafat

Sedangkan mengenai wafat beliau, para ulama berbeda pendapat, ada yang mengatakan wafat pada malam Kamis, tanggal 11, bulan Syawal, tahun 824 H, ada juga yang mengatakan tanggal 27 Dzulqa’dah tahun 824 H. (Jamaluddin Abul Mahasin, al-Manhalus Shafi wal Mustaufa Ba’dal Wafi, [Bairut, Darul Fikr, cetakan kedua: 1992, tahqiq: Syekh Muhammad Ami], juz II, halaman 104].

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Masa Menuntut Ilmu

Pada mulanya, Al-Bulqini mendapatkan bimbingan langsung dari ayahnya. Ketekunan dan rasa haus akan ilmu pengetahuan sangat tampak darinya. Semua ilmu yang dimiliki ayahnya ia lahap secara perlahan. Semangatnya sangat menggelora. Bahkan, pada umur yang masihrelatif muda, ia sudah mampu menghafalkan Al-Qur’an dan beberapa matan-matan kitab lainnya

Setelah al-Bulqini belajar di bawah bimbingan ayahnya, tiba saatnya untuk mengembara ilmu kepada para ulama-ulama tersohor di Mesir saat itu. Di antara gurunya yang sangat masyhur adalah Syekh Abdullah bin Muhammad bin Abdullah bin Khalil al-Utsmani al-Maki asy-Syafi’i (wafat 774 H), dan Imam Abul Hasan Ali bin Muhammad al-Ayyubi, serta beberapa ulama lainnya. Di bawah bimb

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+