Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali bin Ahmad (As Syaroni)
✓ Terverifikasi Tim Riset

Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali bin Ahmad (As Syaroni)

1484 – 1565 M · 34.547 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Musa Asy-Sya’rani Al-Anshari Asy-Syafi’i Asy-Syadzili Al-Mishri

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi As Syaroni

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Wafat

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2       Guru Beliau

3.         Jalan Menuju Taswuf Menurut Asy-Sya'rani

4.         Karya

5.         Referensi

6.         Chart Silsilah Sanad

Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Musa Asy-Sya’rani Al-Anshari Asy-Syafi’i Asy-Syadzili Al-Mishri. Dia adalah seorang sufi terkenal yang diakui sebagai wali quthub pada zamannya yang bergelar Imam al-Muhaqqiqin wa Zudwatul Arifin (pemuka ahli kebenaran dan teladan orang-orang makrifat).

1.         Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir

Lahir di desa Qalqasandah (Mesir) pada tanggal 27 Ramadhan 889 H/12 Juli 1493 M.

1.2       Wafat

Beliau As Syaroni wafat di Mesir pada bulan Jumadil Awal 973 H/November 1565 M.

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Perjalanan Menuntut Ilmu

Asy-Sya’rani belajar dan menghafal al-Quran ketika berumur tujuh tahun. Setelah hafal al-Quran, dia menghafal Matan al-Ajrumiyyah (ilmu nahwu) dan Matan Abi Syuja’ (ilmu fiqih syafi'i).

Kemudian dia pergi ke masjid al-Ghamri untuk menuntut ilmu. Di sana dia menghafal kitab Minhaj at-Thalibin karya Imam an-Nawawi, Alfiyyah Ibnu Malik, at-Taudhih Syarh Alfiyyah Ibnu Malik karya Ibnu Hisyam, Alfiyyah al-‘Iraqi, kitab at-Talkhis dalam ilmu balaghah karya al-Quzwini, Matan as-Syatibiyyah dalam ilmu qiraat, Qawaid Ibnu Hisyam, dan kitab Raudhah at-Thalibin karya Imam an-Nawawi sehingga bab Qadha. Di masjid tersebut dia, dibimbing gurunya yaitu Syaikh Aminuddin, Imam masjid al-Ghamri. Kepada gurunya itu juga, dia belajar kitab Kutub as-Sittah dengan metode talaqqi (membaca di hadapan guru).

Setelah itu, Asy-Sya’rani belajar kepada Syaikh as-Syams ad-Dawakhili, Syaikh an-Nur al-Muhalla, Syaikh an-Nur al-Jawarihi, Syaikh Mulla Ali al-‘Ajmi, Syaikh Ali al-Qasthalani, Syaikhul Islam Zakariyya al-Ansari, al-Asymawi, dan Syihabuddin ar-Ramli.

Di akhir perjalanan ilmiahnya, Asy-Sya’rani memilih jalan tasawuf melalui bimbingan para guru sufi, seperti Syaikh Ali al-Marshafi, Syaikh Muhammad asy-Syanawi dan Syaikh Ali al-Khawas.

2.2       Guru Beliau

As Syaroni berguru kepada banyak ulama. Berikut ini adalah daftar guru-gurunya:

  1. Syaikh Aminuddin
  2. Syaikh as-Syams ad-Dawakhili
  3. Syaikh an-Nur al-Muhalla
  4. Syaikh an-Nur al-Jawarihi
  5. Syaikh Mulla Ali al-‘Ajmi
  6. Syaikh Ali al-Qasthalani
  7. Syaikhul Islam Zakariyya al-Ansari
  8. Syaikh al-Asymawi
  9. Syaikh Syihabuddin ar-Ramli
  10. Syaikh Ali al-Marsha

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+