KH. R. Abdul Fattah lahir pada Kamis Pon, 11 Syawal 1290 H/1872 M, beliau dengan nama asli Muhammad Ma’ruf ini lahir dari pasangan KH Hasan Tholabi dan Nyai Dhokinah.
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
Laduni.ID, Jakarta - KH. R. Abdul Fattah merupakan salah satu ulama berpengaruh pada masanya, dalam perkembangan pesantren di Tulungagung, KH. R. Abdul Fattah mendirikan madrasah yang menjadi cikal bakal Pondok Pesantren Menara Al-Fattah Tulungagung, pondok pesantren tertua di wilayah Mangunsari, Tulungagung.
Selain perannya dalam perkembangan pesantren di Tulungagung, KH. R. Abdul Fattah juga menjadi pelopor dan perintis penggalian makam-makam kuno dan benda bersejarah. Salah satu yang menjadi penemuan terbesar beliau adalah saat menemukan Makam Bedalem yang di dalamnya dimakamkan para pejuang Islam seperti Pangeran Benowo, Raden Patah, dan Dampu Awang. Makam Bedalem terletak di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.
Profil

KH. R. Abdul Fattah lahir pada Kamis Pon, 11 Syawal 1290 H/1872 M, beliau dengan nama asli Muhammad Ma’ruf ini lahir dari pasangan KH. Hasan Tholabi dan Nyai Dhokinah. Dari jalur ayah, Nasab beliau tersambung hingga Rasulullah SAW dan merupakan salah satu dzuriyyah dari Sayyid Nawawi (Sunan Bayat/Sunan Pandanaran/Ihsan Nawawi, Solo). Dari jalur ibu, beliau termasuk salah satu keturunan dari Prawiro Projo, Patih Ponorogo ke-5.
Guru-guru beliau di antaranya:
Sejak kecil KH. R. Abdul Fattah selalu menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu, waktu yang beliau habiskan untuk menuntut ilmu ke berbagai guru dan pesantren adalah selama 24 tahun. Di antara guru-guru beliau adalah:
1. KH. Imam Bahri (Pondok Pesantren Mangunsari, Pace, Nganjuk)
2. KH. Zaenuddin (Pondok Pesantren Mojosari, Loceret, Nganjuk)
3. KH. Zaenuddin (Pondok Pesantren Cempaka, Brebek, Nganjuk)
4. KH. Idris (Pondok Pesantren Jamseran, Solo)
5. Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari (Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang)
6. Syaikhona Kholil Bangkalan
7. KH. Munawwir (Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta)
8. KH. Sayyid Zein dan Syekh Mahfudz At-Turmusy di Masjidil Haram, Makkah.
Lokasi Makam
KH. R. Abdul Fattah wafat pada Selasa Pon, 3 Rabiul Akhir 1327 H/29 November 1954 M, beliau dimakamkan di barat Masjid Pondok Mangunsari, pada keesokan harinya. Masjid tersebut tidak terlalu jauh dari Pondok Pesantren Putra Menara Al-Fattah, Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Haul
Haul KH. R. Abdul Fattah diadakan pada bulan Rabiul Akhir di tahun hijriah, acara ini diadakan di Pesantren Al-Fattah Mangunsari, Tulungagung.
Motivasi Ziarah Menurut Syekh An-Nawawi Al-Bantani
1. Untuk mengingat mati dan Akhirat,
2. Untuk mendoakan,
3. Untuk mendapatkan keberkahan,
4. Memenuhi hak ahli kubur yang diziarahi, seperti ke makam orang tua.
Fadilah
Makam KH. R. Abdul Fattah banyak dikunjungi para peziarah dan santri. Tak hanya datang dari wilayah saja. Banyak peziarah yang da
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

