Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Ahmad Nashoha
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Ahmad Nashoha

1894 – 1966 M · 4.366 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Ahmad Nashoha Ulama nahdlatul Ulama Kebumen Jawa Tengah

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.2       Guru-Guru Beliau
2.3       Mendirikan dan Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Anak-anak Beliau
3.2       Murid-murid Beliau

4          Jasa, Organisasi dan Karier
4.1       Jasa-jasa Beliau
4.1.1    Mengangkat Senjata Melawan Penjajah
4.1.2     Mendirikan PCNU Kebumen
4.2       Riwayat Organisasi
4.3       Karier Beliau

5         Karomah Beliau

6         Referensi

7         Chart Silsilah Sanad


1       Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir
Nama aslinya Ahmad Nasikhah, lahir di Wonoyoso Kebumen tahun 1894. Di kemudian hari beliau lebih dikenal sebagai KH. Ahmad Nashoha (1894-1966), pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Wonoyoso.
Beliau adalah putra dari KH. Muhammad Isma’il. Kiai Isma’il sendiri merupakan putra dari Kiai Muhammad Iman, pengasuh dari Masjid Saka Tunggal sebuah masjid yang berada di desa Pekuncen, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen.

1.2       Riwayat Keluarga
KH. Ahmad Nashoha menikahi Nyai Rojiah memiliki beberapa putra, tiga diantaranya perempuan adalah Fatmah, ‘Aisyah dan Khodijah. Dari pernikahan putri pertamanya, Ibu Nyai Fatmah dengan KH. Fathurrohman inilah kemudian lahir cucu beliau yang bernama KH. Muntaha Mahfudz atau Gus Taha. Gus Taha inilah yang sampai saat ini melanjutkan perjuangan KH. Ahmad Nashoha memimpin Pondok Pesantren Salafiyah.

1.3       Wafat
KH. Ahmad Nashoha wafat pada tahun 1966 dalam usia 70 tahun. Pesantren Salafiyah diteruskan oleh menantu beliau KH. Fathurrohman, namun berselang dua tahun kemudian sang menantu wafat menyusul mertuanya. Saat ini Pesantren Salafiyah diasuh oleh cucu beliau KH. Muntaha Mahfudz atau dikenal Gus Taha.

2        Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
KH. Ahmad Nashoha pertama-tama belajar agama kepada sang ayah KH. Muhammad Ismail. KH. Ahmad Nashoha muda merupakan seorang santri yang sangat tekun dan memiliki himmah yang kuat dalam menuntut ilmu. Pertama kali beliau belajar agama kepada ayahandanya, KH. Muhammad Isma’il. Kemudian melanjutkan menimba ilmu agama (tholabul ilmi) dan berkhidmah dari pesantren satu ke pesantren yang lain.

Beberapa pesantren di tanah Jawa pernah disinggahinya adalah Pondok Pesantren Demesan Magelang dan Pondok

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+