Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Nyai Hj. Masriyah Amva
✓ Terverifikasi Tim Riset

Nyai Hj. Masriyah Amva

lahir 1961 M · 7.206 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nyai Hj. Masriyah Amva Babakan Cirebon Jawa Barat

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Mengembara Menuntut Ilmu
2.2       Guru-guru Beliau
2.3       Mengasuh Pesantren

3          Penerus Beliau
3.1       Murid-murid Beliau

4          Organisasi, Karier, dan Karya
4.1       Riwayat Organisasi
4.2       Karier Beliau
4.3       Karya Beliau

5          Penghargaan Beliau

6          Referensi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1       Lahir
Nyai Hj. Masriyah Amva lahir di Cirebon, 13 Oktober 1961, di sebuah kampung pesantren, Babakan, Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Nama Amva sendiri merupakan singkatan dari kedua orangtuanya yakni KH Amrin Khanan dan Hj Fariatul `Aini. Ibundanya, Hj. Fariatul `Aini adalah sosok perempuan gigih yang bergerak dalam dunia sosial dan dakwah.

Sedangkan ayahnya KH. Amrin Khanan adalah sosok ulama pesantren tradisional yang istiqamah mengajar dan membimbing santri untuk mengenal, mendalami dan mengamalkan ajaran-ajaran luhur Islam.

1.2       Riwayat Keluarga

Ketika belajar di Bangil, beliau menikah dengan suami pertamanya, KH. Syakur Yasin, dan menetap di Tunisia selama empat tahun. Setelah delapan tahun mereka bercerai dan beberapa tahun kemudian Masriyah menikah dengan KH. Muhammad, pengasuh Pesantren Kebon Melati. Mereka berdua mendirikan Pesantren Kebon Jambu, dan ketika itu Masriyah mengelola pesantren putri.

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1       Masa Menuntut Ilmu
Beliau sempat belajar di Pesantren Al-Muayyad Solo, Pesantren Al-Badi'iyyah Pati, Jawa Tengah, dan Pesantren Dar al-Lughah wa Da'wah di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

2.2       Guru-guru Beliau

  1. KH. R. Muhammad Adnan
  2. Nyai Nafisah
  3. Al Habib Hasan Baharun

2.3       Mengasuh Pesantren
Pesantren itu sempat terpuruk saat Kiai Haji Muhammad meninggal. Para santri banyak yang pergi dari pesantren karena merasa kehilangan.

Karena tak mudah cari pengganti sang kiai, Nyai Hj. Masriyah Amva bertekad memimpin pesantrennya sendiri. "Cukup berat, karena alumni dan pengurus sebenarnya menolak dipimpin perempuan," ujar Masriyah.

Pada akhirnya beliau membuktikan bisa memajukan pesantren itu. Dari jumlah 300an santri saat ditinggal suami, saat ini mencapai 1400 santri yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. "Semuanya menginap," tuturnya. Kini pesantrennya memiliki lembaga pendidikan formal dalam lingkungan pesantren. Mulai dari tingkat menengah pertama, menengah atas d

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+