Tgk. H. Hasanoel Bashry (Abu Mudi) beliau adalah seorang ulama kharismatik dari Aceh dan seorang pengasuh Dayah MUDI MESRA Aceh
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
2.2 Guru-guru Beliau
2.3 Mengasuh Pesantren
3 Penerus Beliau
3.1 Anak-anak Beliau
3.2 Murid-murid Beliau
4 Organisasi, dan Karier
4.1 Riwayat Organisasi
4.2 Karier Beliau
5 Referensi
1 Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Tgk. H. Hasanoel Bashry yang lebih dikenal sebagai Abu Mudi dilahirkan di desa Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, pada tanggal 21 Juni 1949 yang bertepatan dengan tanggal 26 Syaban 1368 H. Beliau adalah putra tertua dari dua bersaudara dari pasangan Tgk. H. Gadeng bin Bulang dan Ummi Manawiyah binti Sandang. Dengan kehidupan yang berlatar belakang agama yang tinggi serta disiplin yang ayah beliau tanamkan sejak kecil membuat pribadi Abu Mudi menjadi sosok yang sangat mencintai agama serta tekun dalam mempelajarinya.
1.2 Riwayat Keluarga
Setelah lebih dari 10 tahun mengenyam pendidikan di Dayah MUDI, pada usia ke-28 tahun Abu Mudi menikahi putri sulung Abon Aziz yang bernama Ummi Shalihah dan dikarunia tujuh orang anak, yaitu:
1. Zahrul Fuadi Mubarrak (1979)
2. Su'aidah (1980) (meninggal saat bayi)
3. Zahrah Mahfudhah (1984)
4. Nurul A'la Rabi'ah 'Adawiyah (1985)
5. Muhammad Thaifur (1988)
6. Muhammad Abrar Azizi (1989)
7. Abdul Muhaimin (1991)
2 Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1 Masa Menuntut Ilmu
Ketika berusia 5 tahun seperti umumnya anak-anak pada masa itu, Abu mengikuti pendidikan dasar di Sekolah Rakyat Swasta di Krueng Geukuh selama 7 tahun, sebelum kemudian sempat menempuh pendidikan PGAP (Pendidikan Guru Agama Pertama) selama 2 tahun dari standar prgogram pendidikan empat tahun.
Pada tahun 1964 setelah sempat mengenyam pendidikan di PGAP (setingkat SMP sekarang) selama dua tahun, Abu memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan pendidikan umum karena melihat kualitas pendidikan yang sangat rendah pada saat itu dan atas inisiatif sendiri di usia 15 tahun Abu memutuskan untuk belajar ke Dayah Mesjid Raya yang sudah cukup dikenal masyarakat pada waktu itu.
2.2 Guru-guru Beliau
Guru-guru beliau sewaktu belajar menuntut ilmu adalah:
&nbs
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

