Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Thoha Ma’ruf
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Thoha Ma’ruf

1920 – 1976 M · 5.664 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muhammad Thoha Ma’ruf beliau adalah ulama banjar yang berjasa mendeklarasikan NU di wilayah tanah Minang dari Sumatera Barat, Jambi, dan Riau.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Masa Menuntut Ilmu
2.2       Mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Al-Ma'ruf

3          Penerus Beliau
3.1       Anak-anak Beliau  

4          Jasa, Riwayat Organisasi, Karier
4.1       Jasa Beliau
4.1.1    Pelopor berdirinya NU di tanah Minang
4.1.2    Diplomat Handal
4.1.3    Mendukung Pemerintahan Pusat dan Menjaga keutuhan NKRI
4.2       Riwayat Organisasi
4.3       Karier Beliau

5          Keakhlakan Beliau

6          Referensi

1 Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir

KH. Muhammad Thoha Ma’ruf  adalah seorang ulama Nahdliyyin kharismatis dari negeri kaum paderi, meski sebenarnya beliau bukan putera minang asli. KH. Muhammad Thoha Ma’ruf adalah keturunan ke-7 dari ulama Besar Nusantara asal Banjar Kalimantan, yakni Syeikh Arsyad al-Banjari.

Mengingat silsilahnya maka jelas sekali beliau dilahirkan dan dididik di tengah-tengah keluarga religius. Ayahnya bernama KH. Mansur adalah seorang guru agama yang membangun sebuah keluarga di Kampung Banjer Manado, hingga di sanalah bayi Thaha Ma’ruf lahir tepat pada tanggal 25 Desember 1920.

 1.2  Riwayat Keluarga

Di Minang KH. Muhammad Thoha Ma’ruf menikah dengan seorang gadis belia asli Minang yang kelak mendampinginya hingga akhir hayat. Hj Sariani binti H Muhammad Yasin. begitulah gadis itu biasa dipanggil. Sejak kecil Sariani telah dipanggil Hajjah, kerena sejak berusia lima tahun beliau telah diajak berangkat ke tanah suci Makkah-Madinah untuk pertama kalinya, beberapa kali beliau pulang pergi ke Haramain sebelum akhirnya dinikahkan dengan pemuda KH. Muhammad Thoha Ma’ruf, seorang guru agama militan asal Banjar yang telah diterima sebagai bagian dari penduduk Minang.

Keluarga Istrinya ini adalah sebuah keluarga saudagar kaya raya yang memiliki keseharian hidup agamis. Hj. Sariani pun seorang da’iyah handal sejak awal, sekaligus juga adalah pengatur keuangan keluarga yang terbukti sangat ulet.

Kehandalan Hj Sariani ini menjadi penting ketika terjadi peristiwa sanering (pemotongan nilai uang rupiah menjadi setengahnya), di mana setiap nominal mata uang di atas lima rupiah harus dipotong setengahnya. Kondisi ini cukup membuat orang-orang kaya kalang kabut, terutama bagi mereka yang tidak memiliki cadangan uang recehan. Nah, Hj Sariani inilah yang rupa-rupanya menyimpan cukup banyak cadangan uang recehan, sehingga keuangan keluarga cukup tertolong karena nilai mata uang dibawah lima rupiah tidak mengalami penyusutan.

1.3  Wafat

KH. Muhammad Thoha Ma’ruf bin Mansur meninggal pada 7 April 1976 dalam usia 56 tahun dengan bers

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+