Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Hasyim Arsyad, Rais Syuriah NU Sulawesi Utara 1983
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Hasyim Arsyad, Rais Syuriah NU Sulawesi Utara 1983

1935 – 2011 M · 4.991 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Hasyim Arsyad merupakan ulama kharismatik dan salah satu pengasuh pesantren Alkhairat di Tondano, Kabupaten Minahasa. Beliau juga adalah Rais Syuriah PWNU Sulawesi Utara

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Mendirikan Madrasah
3.2  Metode Dakwah

4.    Perjalanan Karir dan Organisasi
4.1  Karir-Karir
4.2  Organisasi

5.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Hasyim Arsyad lahir pada hari Senin pagi tanggal 25 Januari 1935 M bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan 1350 H di Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Kampung Sungai Durian, Kluak, sekitar 30 kilometer dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Nama lengkapnya adalah KH. Hasyim Arsyad. Namanya sendiri adalah Hasyim, nama yang telah diberikan oleh orang tuanya sejak beliau masih kecil.

Bapaknya bernama Muhammad Arsyad dan berasal dari Kampung Sungai Durian Kluak, sekitar 30 kilometer dari Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan sedang ibunya bernama Fatmah. Kyai Hasyim bersaudara sebanyak empat orang, dua laki-laki dan dua perempuan, beliau merupakan anak sulung.

1.2 Riwayat Keluarga
Dua tahun setelah menyelesaikan pendidikannya di Madrasah Muallimin 6 tahun Al-Khairaat dan mengajar di Pesantren Al-Khairaat, KH. Hasyim mengakhiri masa remajanya pada tahun 1958 dan umur 25 tahun dengan menikahi Nyai Fathmah Jadaihi Intje Ote (umur 17 tahun), salah seorang alumni yang pernah diajar di Madrasah Al-Khairaat.

Perkawinan ini berlangsung atas usaha yang dilakukan oleh Sayyid Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua) setelah adanya persetujuan dari orang tua Kyai Hasyim dan Nyai Fathmah. Dari perkawinannya itu, Kyai Hasyim dikaruniai lima orang anak, terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan. Kelima anaknya tersebut yakni: Ahmad Sayuthi Arsyad, Muhammad Fachri Arsyad, Muhammad Syauki Arsyad, Muhammad Helmi Arsyad, dan Stti Sri Ratu Humaira Arsyad. Kelima anak Hasyim tersebut telah menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi.

1.2 Wafat
KH. Hasyim Arsyad meninggal di rumah pada hari Jum’at, 2 September 2011 dan dimakamkan di Pemakaman Islam Kota Manado. Satu bulan sebelum meninggalnya, KH. Hasyim tidak lagi melakukan aktifitas kecuali hanya berbaring di tempat tidur, bahkan seminggu sebelum meninggal, matanya terpejam dan tidak terbuka lagi, dan hanya seperti berdzikir saja. Makam KH. Hasyim Arsyad terletak di bagian timur kompleks Pemakaman Islam berdampingan dengan makam Hj. Hafsah binti H. M. Taher.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan

Kyai Hasyim memulai kegiatan pendidikan formalnya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Samarinda pada tahun 1941 setelah menetap di kota ini selama empat tahun, dan tamat pada tahun 1947. Setelah tamat Sekolah Dasar, Kyai Hasyim kembali ke kampung kelahirannya dan memulai kembali pendidikannya di tingkat dasar dengan memasuki Madrasah Ibtidaiyyah Al-Irsyadiyyah dalam rangka memperdalam pengetahuan agama dan bahasa Arab yang menjadi ciri khas madrasah. Ia menamatkan pendidikannya di madrasah ini selama empat tahun, yaitu pada tahun 1950.

Untuk lebih memperdalam pengeta

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+