KH. Mohammad Sholeh adalah ulama besar dari Bojonegoro dan merupakan pendiri dan pengasuh pesantren Attanwir
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Wafat
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
2.2 Guru-Guru
3. Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1 Mendirikan Pesantren
4. Organisasi
5. Karya
6. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
KH. Mohammad Sholeh adalah putra kedua dari sembilan bersaudara dari pasangan KH. Syarqowi bin Syuro dan Nyai Kuning, beliau lahir pada tanggal 20 Februari 1902. Kesembilan saudara KH. Mohammad Sholeh adalah Ya’qub, Mohammad Sholeh, Siti Khatimah, Syamuri, Khusnan, Thohirah, Muslih, Ummi Kultsum, dan Mukri.
Sejak usia 10 tahun, KH. Mohammad Sholeh dan saudaranya, yakni Syamuri, diasuh oleh pamannya yang bernama H. Idris, yang merupakan adik dari KH. Syarqowi (ayah KH. Mohammad Sholeh). Pada masa itu, H. Idris dan istrinya, Hj. Mursinah, tidak memiliki anak, sehingga mereka mengambil tanggung jawab untuk mengasuh kedua keponakannya.
1.2 Riwayat Keluarga
Pada pertengahan tahun 1924, KH. Mohammad Sholeh diambil menantu oleh KH. Faqih dan dinikahkan dengan keponakannya sendiri, Nyai Rohimah binti KH. Ali. Setelah menikah, pada tahun 1927, KH. Mohammad Sholeh dan istrinya kembali ke Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua anak, yaitu Sahal Sholeh dan Anisah.
Pada tanggal 20 Januari 1934, istri KH. Mohammad Sholeh, Nyai Rohimah, wafat di Desa Talun dan dimakamkan di Dusun Sedayu, Kabupaten Gresik. Saat itu, anak keduanya, Anisah, baru berumur 16 bulan. Beberapa tahun setelah ditinggal wafat istrinya, KH. Mohammad Sholeh menikah lagi dengan Nyai Mukhlisoh, seorang janda dari KH. Mahbub dan ibu dari H. Badawi Jombang.
Pada tahun 1976, KH. Mohammad Sholeh menunaikan ibadah haji untuk kedua kalinya bersama Nyai Mukhlisoh. Namun, pernikahan kedua ini belum dikaruniai anak karena Nyai Hj. Mukhlisoh menderita sakit dan akhirnya wafat pada tanggal 18 Februari 1992.
1.3 Wafat
KH. Mohammad Sholeh wafat pada tanggal 26 Juni 1992, jenazah beliau dimakamkan di Pemakaman Keluarga Besar Pondok Pesantren Attanwir.
2. Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1 Pendidikan
Pada tahun 1914, KH. Mohammad Sholeh memulai perjalanan intelektualnya dengan belajar kepada Kyai Umar, yang pada waktu itu menjabat sebagai Naib di Sumberrejo. Setahun kemudian, pada tahun 1915, beliau melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Kendal Dander, di bawah asuhan Kyai Basyir dan Kyai Abu Dzarrin, selama delapan bulan.
Pada tahun 1916, KH. Mohammad Sholeh pindah ke Madrasatul 'Ulum Bojonegoro, di mana beliau belajar selama empat tahun. Di kawasan Masjid Besar Bojonegoro, beliau diasuh oleh Kyai Basyir Kendal yang dipindahkan ke Bojonegoro karena diangkat menjadi Penghulu Hakim oleh pemerintah. Di Madrasatul 'Ulum, KH. Mohammad Sholeh mendalami il
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

