Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Quthub Habib Umar bin Muhammad bin Hasan bin Hud Al-Attas dilahirkan oleh seorang wanita shalihah bernama Syarifah Nur binti Hasan Al-Attas di Huraidhah, Yaman Selatan pada tahun 1313 H (1892 M).
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Biografi Habib Umar bin Muhammad bin Hasan bin Hud Al-Attas
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
1.2 Riwayat Keluarga
1.3 Nasab Keluarga
1.4 Wafat
2. Sanad Keilmuan
2.1 Guru-guru
3. Penerus
3.1 Anak-Anak
3.2 Murid-Murid
4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1 Perjalanan Hidup
4.2 Perjalanan Dakwah
4.3 Menjadi Ulama Diakui di Mancanegara
5. Karomah
6. Teladan Habib Umar bin Muhammad bin Hasan bin Hud Al-Attas
7. Referensi
1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir
Al-Allamah Al-Arif Billah Al-Quthub Habib Umar bin Muhammad bin Hasan bin Hud Al-Attas dilahirkan oleh seorang wanita shalihah bernama Syarifah Nur binti Hasan Al-Attas di Huraidhah, Yaman Selatan pada tahun 1313 H (1892 M).
Suatu saat Al Allamah Arifbillah Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas, seorang Waliyullah besar di kota Huraidhah menyampaikan bisyarah (kabar gembira) perihal kehamilan Syarifah Nur. Saat itu Habib Ahmad berkata, “Beliau akan melahirkan seorang anak laki-laki yang panjang usianya, penuh dengan keberkahan serta akan banyak orang yang datang untuk bertawassul dan bertabarruk padanya, hendaklah beliau diberi nama Umar, sebagai pengganti kakaknya yang juga bernama Umar, yang telah wafat ketika berada di Indonesia bersama ayahnya.”
Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Habib Ahmad, beliau diberi umur yang panjang, usianya juga mencapai 108 tahun. Dan seluruh usianya itu senantiasa berada dalam keberkahan.
1.2 Riwayat Keluarga
Habib Umar bin Muhammad bin Hud Al-Attas mempunyai beberapa orang putra dan putri, yang bernama berikut ini:
1 Habib Husain
2 Habib Muhammad
3 Habib Salim
4 Syarifah Raguan.
1.3 Wafat
Habib Umar bin Muhammad bin Hud Al-Attas berpulang ke hadirat Tuhan Yang Agung pada Rabu malam Kamis, tanggal 11 Agustus 1999 M (1420 H) pada usia 108 tahun. Beliau dimakamkan di pemakaman Al-Hawi, Cililitan, Kalibata, Jakarta sesuai dengan wasiatnya.
Banyak kejadian di luar kebiasaan terjadi saat beliau meninggal dunia. Saat itu jalan Condet ditutup karena banyaknya para jamaah. Mulai dari Pasar Rebo sampai Kompor Cawang Nuki, jalan sepanjang itu dipenuhi lautan jamaah yang memakai baru berwarna putih.
Seorang nenek-nenek lberkata, "Masya Allah sudah lima kali saya pergi haji, tapi belum pernah saya melihat orang sebanyak Ini." Padahal secara logika tidak mungkin jamaah yang hadir lebih banyak daripada jamaah haji di tanah suci, karena di sana berjuta-juta orang yang datang untuk melaksanakan ibadah haji.
2. Sanad Keilmuan
Ketika berada di Indonesia, Selain belajar kepada ayahandanya, beliau juga menimba ilmu kepada ulama-ulama Ahlul Bait di Indonesia.
Di antara ketekunannya dalam menimba ilmu, bel
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

