Habib Zain bin Abdullah Al-Aidrus ulama Jakarta
Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumberRiwayat Singkat
Daftar Isi Profil Habib Zain bin Abdullah Al-Aidrus
- Kelahiran
- Wafat
- Pendidikan
- Menjadi Guru di Jamiat Khair
- Mendirikan Majelis Taklim
- Thariqat Habib Zain bin Abdullah Al-Aidrus
- Teladan
Kelahiran
Habib Zain bin Abdullah Al-Aidrus dilahirkan di daerah As-Suweiry (dekat kota Tarim), Hadramaut, pada tahun 1289 H.
Al-Habib Zain tumbuh dalam suatu keluarga yang penuh keutamaan, ilmu dan akhlak, mencontoh keluarga Rasulullah SAW.
Ayahandanya, Al-Habib Abdullah mencurahkan perhatian yang lebih kepada beliau diantara saudara-saudaranya, karena beliau adalah anak yang terakhir dan memiliki perilaku yang mulia dan berhati bersih.
Adapun silsilah nasab Al-Habib Al-Allamah Zain bin Abdullah bin Alwi bin Umar bin Ahmad bin Abdullah bin Muhammad bin Abdullah bin Ali bin Abdullah bin Ahmad Ash-Shalaibiyyah bin Husin bin Abdullah bin Syaikh bin Abdullah Al-Aidrus bin Abu Bakar As-Sakran bin Abdur Rahman As-Saggaf bin Muhammad Maulad Dawilah bin Ali Shahib Ad-Dark bin Alwi bin Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Al-Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa bin Ali Al-’Uradhy bin Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husen, putri Sayyidah Fatimah binti Rasulullah SAW.
Wafat
Habib Zain bin Abdullah Al-Aidrus wafat pada usianya 110 tahun. Beliau pergi ke mahariban Allah SWT pada hari Sabtu, tanggal 24 Rabi’ul Tsani 1399 H (24 Maret 1979 M), sekitar pukul 3 sore. Jasad beliau disemayamkan di pekuburan Condet (depan Al-Hawi), Jakarta.
Derai tangis mengiringi kepergian beliau menuju Hadratillah. Al-Habib Husin bin Abdur Rahman Assegaf melantunkan syair dalam kitab Jauharah An-Nufus As-Sayyid Al-Allamah Zain bin Abdullah Ash-Shalaibiyyah Al-Aidrus, As-Sayid Hasan bin Husin Assaggaf. Tahqiq Syams Adh-Dhahirah, Al-Habib Muhammad Dhia Bin Syahab, juz 2. Bait tersebut berbunyi:
Keindahan ufuk itu telah hilang dan pancaran cahaya bintang itu telah pergi. Ia menerangi kami beberapa saat dan setelah habisnya malam, ia pun berlalu dan pergi. Itulah Al-Faqid Zain yang pernah menerangi zaman dan penunjuk hidayah.
Sungguh beliau adalah pelita bagi ilmu agama dan Al-Qur’an, serta seorang imam, jarang ada yang menyamainya. Khalifah (penerus) bagi para pendahulunya, beliau berjalan pada atsar dan jejak langkah mereka.
Seorang ulama min ahlillah telah berpulang, akan tetapi ilmu dan akhlaknya akan tetap terus terkenang, menjadi ibrah bagi orang-orang yang mempunyai bashirah. Radhiyallahu anhu wa ardhah.
Pendidikan
Sebelum Habib Zain bin Abdullah Al-Aidrus berhijrah ke Indonesia, beliau banyak mengambil ilmu dari keluarganya, dan juga dari para ulama di tempat asalnya Hadramaut, yang memang terkenal pada saat itu dengan negeri yang penuh dengan ulama-ulama besar.
Setelah berada di Indonesia, beliau menuntut ilmu kepada pamannya Al-Habib Muhammad. Setelah dirasakan cukup, beliau dikirim oleh pamannya untuk menuntut ilmu kepada salah seorang mufti terkenal di Indonesia saat itu, yaitu Al-Habib Al-Faqih Al-Allamah Utsman bin Abdullah Bin Yahya, merupakan salah seorang tokoh agama yang cukup mumpuni di bidang fiqih dan ilmu-ilmu keislaman saat itu. Banyak di antara para yang menjadi ulama-ulama besar, seperti
Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.
Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

