Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Syekh Agung Muhyidin Ibnu Arabi
✓ Terverifikasi Tim Riset

Syekh Agung Muhyidin Ibnu Arabi

lahir 1287 M · 8.673 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Beliau adalah Muhammad bin Ali Abdullah Al-Hatimiy Al-Tha’i, yang mendapat sebutan Abu Bakar dan digelari Muhyi Al-Din Ibn ’Arabi (”Putra Arab Sang Penghidup Agama,” selanjutnya, dalam terjemahan ini, lbn Arabi).

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Biografi Syekh Agung Muhyidin Ibnu Arabi

1.         Riwayat Hidup
1.1       Lahir
1.2       Keluarga
1.3       Wafat

2.         Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Perjalanan Menuntut Ilmu
2.2       Guru Beliau

3.         Penerus
3.1       Muri-murid

4.         Karomah

5.         Karya-karya

6.         Referensi

Beliau adalah Muhammad bin Ali Abdullah Al-Hatimiy Al-Tha’i, yang mendapat sebutan Abu Bakar dan digelari Muhyi Al-Din Ibn ’Arabi (”Putra Arab Sang Penghidup Agama,” selanjutnya, dalam terjemahan ini, lbn Arabi).

1.         Riwayat Hidup
1.1       Lahir

Beliau dilahirkan pada hari Senin, malam 17 Ramadhan, tahun 520H di Marsiyyah, Andalusia. Pada usia 8 tahun beliau pindah ke Seville (sekarang wilayah Spanyol) bersama dengan orang tuanya, seraya belajar hadis dan fiqih kapada para guru di negerinya.

1.2       Keluarga

Syekh Agung Muhyidin Ibnu Arabi meninggalkan dua orang anak laki-laki dan satu orang anak perempuan. Anak laki-laki pertama bernama Muhammad ibn Muhammad ibn ‘Ali ibn al-‘Arabi al-Hatimi dikenal dengan Sa’duddin, wafat pada tahun 656 hijriah. Yang kedua bernama ‘Imaduddin yang dilahirkan di Malthiyah tahun 686 hijriah. Dan yang ke tiga perempuan bernama Zainab.

1.3      Wafat

 Perjalanan panjang Ibn ‘Arabi berakhir di Damaskus Siria. Setelah beliau sampai di kota ini, ia tidak lagi mengadakan perjalanan secara fisik. Sementara itu dalam hampir semua kondisi rihlah yang sangat panjang tersebut telah banyak orang yang berkhidmah kepada Ibn ‘Arabi. Salah satunya pemimpin para qadli madzhab Syafi’i di masanya; Syekh Syamsuddin Ahmad al-Khauli, yang berkhidmah sepenuh hati kepadanya laksana seorang budak terhadapap majikannya. Sementara itu pemimpin para qadli madzhab Maliki di masa itu mendapatkan kemuliaan untuk menikah dengan salah seorang putrinya. Orang terakhir ini kemudian turun dari jabatannya karena memuliakan Ibn ‘Arabi.

Ibn ‘Arabi wafat pada malam jum’at 28 Rabi’ al-tsani tahun 638 hijriah bertepatan dengan 26 Nopember tahun 1240 M, dalam umur 80 tahun. Beliau wafat di Damaskus Siria di rumah Ibn al-Dzakiyy. Saat itu seluruh lapisan kaum sufi berkumpul di rumah tersebut. Beliau dimandikan oleh Ibn al-Dzakiyy dan kemudian jenazahnya dibawa oleh dua orang muridnya; ‘Abd al-Khaliq dan Ibn al-Nahhas dan dimakamkan di komplek pemakaman keluarga Ibn al-Dzakiyy di Safh Qasiyun daerah al-Shalihiyyah, sebelah utara kota Damaskus. Hingga sekarang makam beliau ramai diziarahi kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia.

2.        Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1      Perjalanan Menuntut Ilmu

Syekh Agung Muhyidin Ibnu Arabi dalam menuntut ilmu beliau melakukan pengembaraan di kota-kota Andalusia dan negeri Ma

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+